Penguatan Nilai Kepedulian Lingkungan Melalui Program Penataan Lingkungan Sekolah oleh Mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas Medan di SD Santo Thomas 5 Medan
DOI:
https://doi.org/10.60126/jgen.v3i3.1013Keywords:
Kepedulian Lingkungan, Penataan Sekolah, Pendidikan Karakter, Mahasiswa, Sekolah DasarAbstract
Permasalahan lingkungan hidup menjadi fenomena global yang juga berdampak pada kehidupan masyarakat lokal, termasuk di lingkungan sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan tidak hanya berfungsi menyampaikan ilmu pengetahuan, akan tetapi juga menjadi tempat yang strategis dalam membentuk karakter siswa, termasuk kepedulian terhadap lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk menggambarkan upaya penguatan nilai kepedulian lingkungan melalui program penataan lingkungan sekolah yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas Medan di SD Santo Thomas 5 Medan. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, serta dokumentasi berupa foto kegiatan dan laporan kegiatan mahasiswa. Pengabdian ini dilaksanakan selama satu bulan dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh warga sekolah. Fokus kegiatan meliputi penanaman tanaman hias, pengelolaan taman sekolah, edukasi kebersihan, serta kampanye kesadaran lingkungan melalui media visual. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penataan lingkungan sekolah yang dilaksanakan secara kolaboratif antara mahasiswa dan pihak sekolah mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Siswa menjadi lebih aktif dalam merawat tanaman, membuang sampah pada tempatnya, serta memahami bahwa lingkungan yang sehat mendukung suasana belajar yang nyaman. Nilai kepedulian lingkungan pun semakin tertanam dalam sikap dan kebiasaan siswa sehari-hari di sekolah.
References
Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. New York: Herder and Herder.
Haryanto. (2012). Model Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Haryanto. (2012). Pendidikan Karakter di Sekolah: Konsep, Praktik, dan Penguatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kemendikbud. (2020). Panduan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Sastrapratedja, M. (2005). Pendidikan untuk Masyarakat. Jakarta: Grasindo.
Sastrapratedja, M. (2005). Peranan Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Karakter Bangsa. Jakarta: Kompas.
Sudjana, N. (2010). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sudjana, N. (2010). Pembelajaran Kontekstual untuk Mengembangkan Karakter Siswa. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tilaar, H. A. R. (2002). Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia. Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya.
Tilaar, H. A. R. (2002). Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif untuk Indonesia. Jakarta: Grasindo.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.





