Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Pencegahan Asam Urat melalui Program SI-ASIK (Senam, Informasi Kesehatan dan Demonstrasi Minuman Sehat) di Dusun Pendem, Desa Mujur
DOI:
https://doi.org/10.60126/jgen.v4i4.1745Keywords:
Asam Urat, Edukasi Kesehatan, Pengabdian Kepada Masyarakat, Promosi Kesehatan, SI-ASIKAbstract
Asam urat merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan berpotensi menurunkan kualitas hidup apabila tidak dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, pencegahan, dan pengelolaan asam urat menjadi salah satu penyebab tingginya kejadian penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan asam urat melalui program SI-ASIK (Asam Urat dengan Olahraga dan Informasi Kesehatan) di Dusun Pendem, Desa Mujur, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Juli 2025 dengan melibatkan 10 peserta. Metode yang digunakan meliputi senam bersama, penyuluhan kesehatan menggunakan media poster, demonstrasi pembuatan minuman sehat berbahan nanas, mentimun, dan jahe, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Sebelum intervensi, sebagian besar peserta (70%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, sedangkan setelah kegiatan jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 50%, kategori cukup 40%, dan kategori kurang menurun menjadi 10%. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti rangkaian kegiatan. Program SI-ASIK terbukti efektif sebagai media promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan asam urat serta berpotensi menjadi model edukasi berbasis masyarakat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di wilayah kerja puskesmas.
References
Afandi, P. M., Wahyudi, A. S., & Dewi, L. C. (2024). The effect of health education using Uric Acid Diary Book (URICAB) on dietary compliance and uric acid levels in gout arthritis patients. Critical Medical and Surgical Nursing Journal, 13(1). https://doi.org/10.20473/cmsnj.v13i1.51425
Asghari, K. M., Zahmatyar, M., Seyedi, F., Motamedi, A., Zolfi, M., Janbaz Alamdary, S., et al. (2024). Gout: Global epidemiology, risk factors, comorbidities and complications: A narrative review. BMC Musculoskeletal Disorders, 25, 1047. https://doi.org/10.1186/s12891-024-08180-9
Chi, X., Cen, Y., Yang, B., Zhang, H., Pu, Z., Feng, J., et al. (2024). Effects of dietary factors on hyperuricaemia and gout: A systematic review and meta-analysis of observational studies. International Journal of Food Sciences and Nutrition, 75(8), 753–773.
Cicero, A. F. G., Rosticci, M., Fogacci, F., Grandi, E., D'Addato, S., Borghi, C., & Brisighella Heart Study Group. (2017). High serum uric acid is associated to poorly controlled blood pressure and higher arterial stiffness in hypertensive subjects. European Journal of Internal Medicine, 37, 38–42. https://doi.org/10.1016/j.ejim.2016.07.026
Hartiningsih, S. N., & Nurhayati, P. (2024). Penyuluhan kesehatan dalam upaya pencegahan asam urat dan hipertensi di Dusun Mertosanan Wetan. Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 1–6.
Kuwabara, M., Ae, R., Kosami, K., et al. (2025). Current updates and future perspectives in uric acid research, 2024. Hypertension Research, 48, 867–873. https://doi.org/10.1038/s41440-024-02031-9
Luo, W., & Ding, Y. (2024). Research progress of health education for patients with hyperuricemia in the community. Shanghai Medical & Pharmaceutical Journal, 45(20), 44–46.
Marfianti, E., Fitriyati, Y., Febriani, T. B., Suharni, A., Widayati, S., Afievudin, A., & Mujiyanto, M. (2024). Skrining dan edukasi hiperurisemia pada pra lanjut usia dan lanjut usia di Dusun Besi Sukoharjo Sleman Yogyakarta. Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika, 4(1), 18–24. https://doi.org/10.23917/jpmmedika.v4i1.2192
Notoatmodjo, S. (2014). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan (Edisi revisi). Jakarta: PT Rineka Cipta.
Nurhamidah, N., & Nofiani, S. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asam urat pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015. Jurnal Kesehatan Perintis, 2(2).
Suandika, M., Handayani, R. N., Muti, R. T., et al. (2024). Penyuluhan penyakit asam urat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit asam urat di GOR Satria Purwokerto. Jurnal Pengabdian Harapan Ibu, 6(2), 35–45.
Wati, H. M., Mursyida, E., Susanti, L., Surya, A., & Mardhiyani, D. (2024). Upaya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang asam urat dan pemeriksaan kesehatan di Kelurahan Lembah Sari, Rumbai Timur. Indonesia Berdaya, 5(4), 1473–1478.





