Implementasi Sistem Pencatatan dan Pengelolaan Keuangan Berbasis Akuntansi bagi Usaha Kecil Menengah di Wilayah Bekasi
DOI:
https://doi.org/10.60126/sainmikum.v3i3.1708Keywords:
Sistem Pencatatan Akuntansi, Pengelolaan Keuangan, Usaha Kecil Menengah, Literasi Keuangan, Studi KualitatifAbstract
Usaha Kecil Menengah (UKM) memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, namun masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam menerapkan sistem pencatatan keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi. Kondisi tersebut menyebabkan informasi keuangan yang dihasilkan belum mampu mendukung pengambilan keputusan usaha secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem pencatatan dan pengelolaan keuangan berbasis akuntansi pada UKM, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong dan menghambat penerapannya, serta menganalisis implikasinya terhadap kualitas pengambilan keputusan keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas enam pemilik atau pengelola UKM yang dipilih secara purposive berdasarkan variasi tingkat penerapan pencatatan keuangan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pencatatan keuangan pada UKM masih bervariasi, mulai dari tidak melakukan pencatatan, menggunakan pencatatan manual sederhana, hingga memanfaatkan aplikasi pencatatan digital. Tingkat implementasi tersebut dipengaruhi oleh persepsi manfaat dan kemudahan penggunaan sistem, dorongan dari lingkungan eksternal, serta tingkat literasi akuntansi dan ketersediaan waktu yang dimiliki pelaku usaha. UKM yang menerapkan pencatatan keuangan secara lebih sistematis memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengendalikan biaya, merencanakan arus kas, serta mengambil keputusan usaha dibandingkan UKM yang masih menggunakan pencatatan informal. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan literasi akuntansi dan pendampingan yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendorong penerapan sistem pencatatan keuangan yang efektif pada UKM.






