Peran E-Commerce dan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Pencatatan dan Pelaporan Pendapatan Usaha UMKM di Karangpawitan
DOI:
https://doi.org/10.60126/sainmikum.v3i3.1658Keywords:
E-Commerce, Sistem Informasi Akuntansi, UMKM, Pencatatan Keuangan, Pelaporan PendapatanAbstract
Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan e-commerce dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) guna meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha, khususnya dalam pencatatan dan pelaporan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran e-commerce dan Sistem Informasi Akuntansi dalam mendukung pencatatan serta pelaporan pendapatan usaha UMKM di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Informan penelitian terdiri atas pelaku UMKM yang telah memanfaatkan e-commerce dan terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan usaha. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan e-commerce membantu UMKM memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, serta memudahkan pemantauan transaksi secara digital. Sementara itu, penerapan Sistem Informasi Akuntansi berperan dalam meningkatkan ketertiban pencatatan keuangan, mempermudah penyusunan laporan pendapatan, serta mendukung pengambilan keputusan usaha yang lebih tepat. Namun demikian, implementasi kedua teknologi tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan kemampuan pengelolaan sistem, serta kebiasaan pencatatan keuangan yang masih dilakukan secara manual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi e-commerce dan Sistem Informasi Akuntansi memberikan kontribusi positif terhadap efektivitas pencatatan dan pelaporan pendapatan UMKM. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital dan pendampingan berkelanjutan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan usaha UMKM.






