Dampak Depresiasi Nilai Tukar Rupiah terhadap Supply, Demand dan Price: Perspektif Keuangan Manajerial
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v4i3.1651Keywords:
Nilai Tukar Rupiah, Depresiasi Kurs, Supply-Demand-Price, Keuangan Manajerial, Systematic Literature Review, Risiko Valuta AsingAbstract
Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat merupakan salah satu fenomena makroekonomi yang memiliki implikasi luas terhadap aktivitas ekonomi, khususnya pada aspek penawaran (supply), permintaan (demand), pembentukan harga (price), serta pengambilan keputusan dalam keuangan manajerial perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dinamika supply, demand, dan price, serta mengkaji implikasinya terhadap strategi keuangan manajerial perusahaan berdasarkan sintesis hasil penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Proses penelusuran literatur dilakukan pada berbagai basis data ilmiah, meliputi Scopus, ScienceDirect, Wiley Online Library, SpringerLink, Emerald Insight, Taylor & Francis Online, dan Google Scholar. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh sepuluh artikel ilmiah yang memenuhi persyaratan untuk dianalisis menggunakan pendekatan thematic synthesis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa depresiasi nilai tukar secara konsisten meningkatkan biaya impor bahan baku, menekan kapasitas penawaran pada sektor yang bergantung pada komponen impor, serta mendorong kenaikan harga domestik melalui mekanisme exchange rate pass-through. Di sisi permintaan, pelemahan nilai tukar cenderung menurunkan daya beli masyarakat akibat meningkatnya inflasi, meskipun pada sektor berorientasi ekspor dapat meningkatkan daya saing produk di pasar internasional. Dari perspektif keuangan manajerial, depresiasi nilai tukar meningkatkan risiko valuta asing, kebutuhan modal kerja, tekanan terhadap arus kas, serta beban kewajiban dalam mata uang asing. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan strategi manajemen risiko yang adaptif melalui lindung nilai (hedging), optimalisasi struktur modal, diversifikasi mata uang transaksi, serta perencanaan keuangan berbasis analisis skenario guna meningkatkan ketahanan terhadap volatilitas nilai tukar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







