Analisis Permintaan, Penawaran, dan Struktur Pasar Energi Listrik Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v4i2.1634Keywords:
Permintaan Listrik, Penawaran Listrik, Struktur Pasar, Monopoli, Elastisitas, PT PLN (Persero)Abstract
Energi listrik adalah infrastruktur penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Namun, ketimpangan antara permintaan dan pasokan listrik serta dominasi monopoli menjadi masalah utama dalam pengelolaan ketenagalistrikan nasional. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan, penawaran, dan struktur pasar listrik Indonesia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan persamaan simultan dan analisis struktural, berdasarkan data sekunder (2015–2025) dari Kementerian ESDM, PLN, BPS, dan IEA. Hasilnya menunjukkan permintaan listrik dipengaruhi signifikan oleh PDB per kapita, tarif, dan jumlah pelanggan, dengan elastisitas pendapatan 1,25 (elastis). Penawaran dipengaruhi oleh kapasitas terpasang, harga BBM, dan investasi, dengan elastisitas harga 0,45 (inelastis). Struktur pasar masih berupa monopoli vertikal, ditandai tingkat konsentrasi CR4 sebesar 98,7%, meskipun telah ada program IPP. Kesimpulannya, respons permintaan dan penawaran terhadap harga dan pendapatan bersifat asimetris, dengan pasar yang sangat terkonsentrasi. Pemerintah disarankan mempercepat diversifikasi energi, mereformasi tarif listrik secara bertahap, serta mendorong persaingan sehat di pembangkitan dan ritel.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







