Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Melalui Ember Tumpuk (Komposter) di Dusun Belang, Magelang

Authors

  • Dini May Fazatun Azizah Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Muhammad Farhan Suswandi Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Kirana Noor Azilia Prameswara Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Dilla Sekar Ananda Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Bambang Suwerda Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.60126/jgen.v2i1.257

Keywords:

Pengelolaan Sampah, Komposter Ember Tumpuk

Abstract

Sampah merupakan masalah serius di seluruh wilayah dunia ini, termasuk di Indonesia. Berbagai upaya untuk mengatasi kondisi “darurat sampah” tersebut memang telah dilakukan oleh Pemkot Magelang. Namun dalam pelaksanaan di lapangan masih banyak menghadapi kendala. Berdasarkan pelatihan yang pernah diikuti dan pengalaman di lapangan mengenai dampak penggunaan ember tumpuk dalam mengolah limbah organik membuat penulis tertarik untuk mempraktekkan kembali teknologi ini kepada masyarakat Dusun Belang. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, yaitu menggunakan metode ceramah dan praktik. Praktik pembuatan pupuk organik dengan metode ember tumpuk, sebagian dari kelompok Tani terampil dan mampu mempraktekkan pembuatan pupuk organik dengan maksimal. Hal ini mungkin dikarenakan pembuatan pupuk organik dengan metode ember tumpuk ini mudah dilakukan, selain itu bahan-bahan yang dibutuhkan juga mudah ditemukan di sekitar kita. Dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1.) Limbah organik yang dikelola menjadi pupuk organik dengan menggunakan metode ember tumpuk dapat menghasilkan dua produk sekaligus, yaitu pupuk cair organik (lindi) dan pupuk padat (kompos). 2.) Tingginya tingkat partisipasi masyarakat khususnya kelompok Tani terhadap program pengabdian masyarakat tentang pelatihan pembuatan Ember Tumpuk dalam pengolahan limbah organik sehingga memberikan dampak yang positif bagi masyarakat khususnya kelompok Tani sehingga mampu mengolah sampah organik secara mandiri.

References

Ferronato, N., & Torretta, V. (2019). Waste mismanagement in developing countries: A review of global issues. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(6). https://doi.org/10.3390/ijerph16061

Hemalatha, M., Silvarasthia, P.E., Saputra, I. G. N. W. (2023). Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Buduk. JPPM: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(1).

Visantini, P. (2020). Potential use of eco-enzyme for the treatment of metal based effluent. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 716(1). https://doi.org/10.1088/1757-899X/716/1/012016

Downloads

Published

2024-05-08

How to Cite

Azizah, D. M. F., Suswandi, M. F., Prameswara, K. N. A., Ananda, D. S., & Suwerda, B. (2024). Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Melalui Ember Tumpuk (Komposter) di Dusun Belang, Magelang. JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 25–29. https://doi.org/10.60126/jgen.v2i1.257

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.