Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan dan Pembuatan Larvitrap Sebagai Upaya Peningkatan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Dusun Polaman

Authors

  • Sidiq Fajariyanto Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Fadhilah Noviera Abadi Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Aulia Syahda Khairunnisa Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Levina Mutiara Alfarel Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Nazwa Salsabilla Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Bambang Suwerda Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Yamtana Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.60126/jgen.v4i2.1520

Keywords:

Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan Kesehatan, Larvitrap, Peningkatan Pengetahuan, Pencegahan Demam Berdarah

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang berkaitan erat dengan keberadaan vektor nyamuk Aedes aegypti. Salah satu indikator keberhasilan pengendalian vektor adalah Angka Bebas Jentik (ABJ). Upaya peningkatan ABJ memerlukan keterlibatan aktif masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader melalui penyuluhan serta praktik pembuatan larvitrap sebagai upaya pengendalian jentik di Dusun Polaman. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan evaluasi pretest–posttest terhadap delapan kader yang dipilih secara purposive. Kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan penyuluhan, praktik pembuatan larvitrap, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 62,6 meningkat menjadi 85,9 pada posttest, dengan persentase peningkatan sebesar 37,52%. Seluruh peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah intervensi. Pendekatan yang mengombinasikan penyuluhan dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader terkait pencegahan DBD dan pengendalian jentik. Meskipun pengukuran ABJ secara kuantitatif belum dilakukan, peningkatan kapasitas kader diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan ABJ secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui edukasi partisipatif dan inovasi sederhana seperti larvitrap dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung pengendalian vektor berbasis masyarakat.

References

Apriyani, T., Kurnia, R., & Daswito, R. (2025). Kondisi lingkungan fisik rumah pada kejadian demam berdarah dengue di wilayah Kelurahan Pinang Kencana. Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing, 3(2), 82–89. https://doi.org/10.33490/mpc.v3i2.2158

Aryani, V., & Wibowo, T. (2021). Pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dan praktik pencegahan DBD di Kabupaten Sleman. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 13(1), 45–52.

Astuti, E. P., & Susanti, D. (2020). Peran kader kesehatan dalam pengendalian jentik nyamuk sebagai upaya pencegahan DBD. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(3), 201–209.

Barrera, R., Mackay, A. J., & Amador, M. (2013). A Novel Autocidal Ovitrap For The Surveillance And Control Of Aedes Aegypti. Journal of the American Mosquito Control Association, 29(3), 293–296. https://doi.org/10.2987/13-6345R.1

Fathi, F., Keman, S., & Wahyuni, C. U. (2005). Peran faktor lingkungan dan perilaku terhadap penularan demam berdarah dengue di Indonesia. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2(1), 1–10.

Hutami, D., & Putra, E. (2022). Efektivitas pemberdayaan kader kesehatan dalam pengendalian vektor Aedes spp. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18 (298–105).

Kemenkes RI. (2017). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Indonesia Tahun 2017. Google Docs. https://drive.google.com/file/u/0/d/1IATZEcgGX3x3BcVUcO_l8Yu9B5REKOKE/view?pli=1&usp=embed_facebook

Kemenkes RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023. https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2023

Kurniawan, D., & Pratama, Y. (2022). Efektivitas metode penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), 34–41.

Ningsih, L., & Sari, P. (2023). Perubahan pengetahuan kesehatan masyarakat setelah penyuluhan DBD di Kota Semarang. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 12(3), 187–194.

Prasetyo, A., & Aulia, R. (2024). Pengaruh penggunaan ovitrap terhadap indeks jentik di wilayah endemis DBD. Jurnal Epidemiologi dan Kesehatan Lingkungan, 7(1), 60–67.

Rahmawati, R., & Santoso, B. (2022). Role kader dalam penerapan upaya promotif-preventif DBD: Studi di Kabupaten Banyumas. Jurnal Kesehatan Komunitas, 9(2), 153–160.

Ritchie, S., S, L., A, H., Ce, W., & Rc, R. (2003). An adulticidal sticky ovitrap for sampling container-breeding mosquitoes. Health Policy and Planning. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/14524545/

Siregar, P. A., & Lubis, N. L. (2020). Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan demam berdarah dengue melalui gerakan 3M Plus. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(2), 78–85.

Wahyuni, S., & Handayani, L. (2021). Edukasi kesehatan berbasis masyarakat dalam meningkatkan perilaku pencegahan DBD di daerah endemis. Jurnal Promosi Kesehatan, 9(1), 12–20.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Fajariyanto, S., Abadi, F. N., Khairunnisa, A. S., Alfarel, L. M., Salsabilla, N., Suwerda, B., & Yamtana, Y. (2026). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan dan Pembuatan Larvitrap Sebagai Upaya Peningkatan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Dusun Polaman. JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 189–194. https://doi.org/10.60126/jgen.v4i2.1520

Most read articles by the same author(s)