Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Rumah Tangga melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Kelurahan Merdeka
DOI:
https://doi.org/10.60126/jgen.v4i4.1787Keywords:
Tanaman Obat Keluarga, Pemberdayaan Masyarakat, Minuman Herbal, Kesehatan Keluarga, Kearifan LokalAbstract
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya hayati di lingkungan rumah sekaligus mempertahankan kearifan lokal. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan serta memanfaatkan TOGA masih menjadi salah satu kendala dalam pengembangannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengenali, membudidayakan, dan memanfaatkan TOGA sebagai salah satu pendukung kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Kegiatan dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Timur, dengan sasaran 20 ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Perempuan Rayon 3. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik penanaman TOGA menggunakan polibag dan pekarangan rumah, serta praktik pengolahan tanaman menjadi minuman herbal. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, wawancara, serta observasi partisipatif. Analisis dilakukan secara deskriptif, dilengkapi dengan perhitungan normalized gain (N-gain) dan uji Wilcoxon signed-rank untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan dan praktik. Sebanyak 15 peserta (75%) mencapai skor posttest maksimal, dengan rata-rata N-gain sebesar 0,75 yang termasuk kategori tinggi. Uji Wilcoxon signed-rank menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan (p < 0,001). Selain peningkatan pengetahuan, peserta mampu mempraktikkan penanaman TOGA dan pengolahan sederhana menjadi minuman herbal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan TOGA sebagai salah satu upaya pendukung kesehatan keluarga dan pemberdayaan berbasis pekarangan.
References
Ahnafani, M. N., Nasiroh, N., Aulia, N., Lestari, N. L. M., Ngongo, M., & Hakim, A. R. (2024). Jahe (Zingiber officinale): Tinjauan fitokimia, farmakologi, dan toksikologi. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 11(10), 1992–1998. https://doi.org/10.33024/jikk.v11i10.15945
Ardinawati, A., Sari, A., Febriani, D., Anggraeni, E., Savana, F. A., Ramadan.M, L. O. R. R., Hasanah, M., Angraeni, M., Arifin, M., Molidah, R., Saputri, R. S., As’ad, R. A. W., Yanti, W. O., Anwar, Z. N., Jannah, Z., Effendy, D. S., Tosepu, R., Nurmaladewi, N., & Suhadi. (2025). Pemeliharaan tanaman obat keluarga (TOGA) dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat di Desa Mata Wawatu. Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(1), 131–138. https://doi.org/10.58192/karunia.v4i1.3086
Dini, A. Y. R., Rohaeni, E., Mahendra, N. P., & Nopita, D. (2024). Pemberdayaan masyarakat dalam penanaman TOGA sebagai upaya sehat dengan herbal asli Indonesia. Health Care: Journal of Community Service, 2(1), 45–49. https://doi.org/10.62354/healthcare.v2i1.11
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang upaya pengembangan kesehatan tradisional melalui asuhan mandiri pemanfaatan taman obat keluarga dan keterampilan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Muarifuddin, M. Z. N., Rachel, F., Nurrahmawati, N., Mutiara, A. P. A. S., & Miszaldy, F. (2024). Gerakan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya pemberdayaan pekarangan rumah. Jurnal Bina Desa, 6(2), 205–209.
Putri, A. A. (2023). Hubungan tingkat pengetahuan penggunaan obat tradisional untuk pengobatan sendiri di masyarakat Desa Randusari Kecamatan Slogohimo Kota Wonogiri. Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia, 5(1), 39–51.
Rafli, M., & Pangestuti, D. (2024). Penggunaan obat tradisional pada masyarakat wilayah kerja Puskesmas Medan Johor tahun 2023. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 23(1), 23–26. https://doi.org/10.30743/ibnusina.v23i1.501
Rahmasiah, R., Hadiq, S., Nurpati, A., & Hasma, H. (2024). Sosialisasi penggunaan obat tradisional di Desa Tuncung Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang. Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat (JIPengMas), 4(2), 31–36.
Rudini, D., Ekawaty, F., Sari, P. I., Sari, Y. I. P., & Oktarina, Y. (2024). Capacity building of residents in utilizing family medicinal plants as an alternative to self-medication. International Journal of Community Service, 4(4), 400–405.
Sembiring, N. A., Islamiyati, D. D., Raksanagara, F. N., Amaliawati, S., Grahita, S., Sipahutar, A. R. N., & Indriana, H. (2024). Ubaran: Pemanfaatan pekarangan rumah melalui konservasi tanaman obat keluarga (TOGA) berbasis elemen pengembangan masyarakat. Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 59–71.
Silviana, E., Sari, A., Ali, B., Hanis, N., Hayati, R., & Irwani, M. (2026). Pemberdayaan masyarakat Desa Timang Gajah 2 melalui pemanfaatan lahan untuk tanaman obat keluarga. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 8(1), 134–149.
Sulikana, A. P. C., Butarbutara, R. R., & Rampea, H. L. (2024). Analisis tanaman obat keluarga (TOGA) di pekarangan Desa Sondaken Kabupaten Minahasa Selatan Propinsi Sulawesi Utara. Jurnal MIPA, 14(1), 11–15.
Susianti, L., Megawati, F., & Adrianta, K. A. (2024). Tingkat pengetahuan dan sikap pasien terhadap swamedikasi pemilihan obat tradisional dan konvensional di Apotek Dharma Medika Badung. Usadha: Jurnal Integrasi Obat Tradisional, 3(1), 14–20. https://doi.org/10.36733/usadha.v3i1.7220





