Degradasi Nilai Pakaian Tradisional di Kalangan Remaja Desa Marokota: Analisis Cultural Lag dalam Pewarisan Budaya Lokal
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v4i2.1641Keywords:
Degradasi Nilai Budaya, Pakaian Tradisional, Remaja, Cultural Lag, SumbaAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis degradasi nilai pakaian tradisional di kalangan remaja Desa Marokota, Kabupaten Sumba Barat Daya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Desa Marokota. Informan penelitian berjumlah 10 orang yang terdiri atas 6 remaja laki-laki berusia 16–19 tahun, 3 orang tua, dan 1 tetua adat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pakaian tradisional di kalangan remaja mengalami pergeseran dari praktik keseharian menuju penggunaan yang terbatas pada kegiatan adat dan seremonial. Pemahaman remaja terhadap nilai filosofis, sosial, dan spiritual yang terkandung dalam pakaian tradisional juga cenderung melemah. Degradasi nilai tersebut dipengaruhi oleh kenyamanan dan kepraktisan pakaian modern, pengaruh media sosial, kelompok sebaya, faktor ekonomi, serta melemahnya proses pewarisan budaya antargenerasi. Dalam perspektif Cultural Lag, perubahan tersebut menunjukkan ketidakseimbangan antara perkembangan budaya material dan budaya non-material. Penelitian ini menyimpulkan bahwa degradasi nilai pakaian tradisional terjadi melalui penyempitan fungsi sosial dan melemahnya pemaknaan budaya di kalangan generasi muda.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







