Hubungan Faktor Lingkungan Hunian, Pola Hidup dan Status Gizi terhadap Kejadian Hipertensi pada Masyarakat Dewasa Usia 45–54 Tahun di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang

Authors

  • Resti Astari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Ade Dita Puteri Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Lira Mufti Azzahri Isnaeni Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

DOI:

https://doi.org/10.60126/jim.v4i9.1872

Keywords:

Hipertensi, Lingkungan Hunian, Pola Hidup, Status Gizi

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian hipertensi antara lain lingkungan hunian, pola hidup, dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan hunian, pola hidup, dan status gizi terhadap kejadian hipertensi pada masyarakat dewasa usia 45–54 tahun di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang pada bulan Juni 2026. Populasi penelitian berjumlah 5.571 orang dengan sampel sebanyak 99 responden yang diperoleh menggunakan teknik cluster random sampling yang dilanjutkan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi, kuesioner, timbangan berat badan, microtoise, dan tensimeter digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki lingkungan hunian tidak memenuhi syarat sebanyak 59 responden (59,6%), pola hidup tidak baik sebanyak 60 responden (60,6%), status gizi tidak normal sebanyak 58 responden (58,6%), dan mengalami hipertensi sebanyak 77 responden (77,8%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara lingkungan hunian dengan kejadian hipertensi, terdapat hubungan antara pola hidup dengan kejadian hipertensi (p-value <0,001), dan terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi (p-value <0,001). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, menjaga status gizi dalam kategori normal, serta memperbaiki kondisi lingkungan hunian agar memenuhi persyaratan kesehatan sebagai upaya pencegahan hipertensi.

Downloads

Published

2026-09-29

How to Cite

Astari, R., Puteri, A. D., & Lira Mufti Azzahri Isnaeni. (2026). Hubungan Faktor Lingkungan Hunian, Pola Hidup dan Status Gizi terhadap Kejadian Hipertensi pada Masyarakat Dewasa Usia 45–54 Tahun di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang. Jurnal Ilmiah Multidisipin, 4(9), 913–926. https://doi.org/10.60126/jim.v4i9.1872