Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gastritis di UPT Puskesmas Kampa Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.60126/jim.v4i9.1865Keywords:
Gastritis, Pola Makan, Stres, KecemasanAbstract
Gastritis merupakan peradangan pada dinding lambung yang dapat bersifat akut maupun kronis dan menimbulkan gejala nyeri ulu hati, mual serta muntah. Gastritis dapat menyerang semua usia, tetapi sering terjadi pada usia dewasa awal akibat rendahnya kesadaran terhadap upaya pencegahan gastritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pola makan, stres dan kecemasan dengan kejadian gastritis pada masyarakat di UPT Puskesmas Kampa tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9-11 Juli 2026 dengan jumlah populasi sebanyak 1.019 dan sampel 92 orang dengan usia 20-44 tahun yang bersedia menjadi responden dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil Analisis univariat diperoleh 49 responden (53,3%) memiliki pola makan tidak baik , 41 responden (44,6%) memiliki stres sedang, dan 50 responden (54,3%) memiliki kecemasan sedang, kemudian 48 responden (52,2%) yang mengalami kejadian gastritis. Hasil uji chi-square diperoleh nilai p-value 0,000 untuk pola makan, stres, dan kecemasan yang berarti ada hubungan yang signifikan antara pola makan, stres dan kecemasan dengan kejadian gastritis. Kesimpulan terdapat hubungan antara pola makan, stres dan kecemasan dengan kejadian gastritis pada masyarakat di UPT Puskesmas Kampa. Diharapkan pihak UPT Puskesmas Kampa dapat meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan mengenai pencegahan gastritis sehingga meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku pencegahan gastritis sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku pencegahan yang baik pada masyarakat.







