Peran Jurnalis Dalam Membangun Literasi Informasi Masyarakat di Tengah Maraknya Hoaks Digital

Authors

  • Barkah Hadamean Harahap Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

DOI:

https://doi.org/10.60126/jim.v4i6.1656

Keywords:

Jurnalis, Literasi Informasi, Hoaks Digital, Media Digital, Fact-Checking

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola konsumsi dan distribusi informasi masyarakat. Di satu sisi, kemajuan teknologi mempermudah akses terhadap berbagai sumber informasi, namun di sisi lain juga meningkatkan penyebaran hoaks, misinformasi, dan disinformasi melalui media digital. Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan literasi informasi agar masyarakat mampu memilah dan mengevaluasi informasi secara kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran jurnalis dalam membangun literasi informasi masyarakat di tengah maraknya hoaks digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, laporan penelitian, dan dokumen yang relevan dengan kajian jurnalisme, literasi informasi, dan hoaks digital. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasikan temuan-temuan yang berkaitan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jurnalis memiliki peran strategis sebagai agen literasi informasi melalui penyajian berita yang akurat, penerapan fungsi gatekeeping, pelaksanaan praktik fact-checking, serta berbagai kegiatan edukasi publik terkait literasi digital. Jurnalis berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengenali, memverifikasi, dan mengevaluasi informasi sehingga lebih tahan terhadap pengaruh hoaks. Namun demikian, upaya tersebut masih menghadapi tantangan berupa tingginya arus informasi digital, algoritma media sosial, dan rendahnya kemampuan berpikir kritis sebagian masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara media, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam memperkuat literasi informasi guna menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab di era digital.

Downloads

Published

2026-06-17

How to Cite

Harahap, B. H. (2026). Peran Jurnalis Dalam Membangun Literasi Informasi Masyarakat di Tengah Maraknya Hoaks Digital. Jurnal Ilmiah Multidisipin, 4(6), 532–540. https://doi.org/10.60126/jim.v4i6.1656