Analisis Nilai Tambah Olahan Daging Sapi Menjadi Bakso pada Usaha Bakso Lamongan di Kecamatan Tenggarong
DOI:
https://doi.org/10.60126/jim.v4i6.1633Keywords:
Bakso, Nilai Tambah, Agroindustri, Metode HayamiAbstract
Agroindustri pengolahan hasil peternakan memiliki peranan penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas primer, khususnya daging sapi. Salah satu bentuk pengolahan yang berkembang di masyarakat adalah usaha bakso Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya nilai tambah yang diperoleh dari proses pengolahan daging sapi menjadi bakso pada Usaha Bakso Lamongan di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive, sedangkan responden ditentukan dengan teknik key person, yaitu pemilik dan pengelola usaha. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung. Analisis data dilakukan menggunakan metode nilai tambah Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan daging sapi menjadi bakso sebesar Rp69.520 per kilogram dengan rasio nilai tambah sebesar 38,62%. Pendapatan usaha dalam satu kali proses produksi (dua minggu sekali) mencapai Rp18.336.000. Hasil ini menunjukkan bahwa usaha bakso Lamongan memberikan nilai tambah dan layak dikembangkan sebagai usaha agroindustri skala rumah tangga.







