Manajemen dan Resolusi Konflik Tanah antara Desa Bugalima dan Ile Pati di Pulau Adonara: Analisis Peran Tokoh Adat dan Pemerintah Daerah Tahun 2024

Authors

  • Yohana Damiana Uto Riangtobi Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Respati Yogyakarta
  • Wensensiana Yasinta Andim Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Respati Yogyakarta
  • Yeyen Subandi Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Respati Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.60126/jim.v4i1.1445

Keywords:

Konflik Tanah Adat, Resolusi Konflik, Tokoh Adat, Pemerintah Daerah, Pulau Adonara

Abstract

Konflik tanah antara Desa Bugalima dan Ile Pati di Kecamatan Adonara Barat, Provinisi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Flores Timur, merupakan konflik berulang yang dipicu oleh sengketa kepemilikan lahan dan faktor-faktor yang telah ada sejak lama dan diwariskan dari generasi ke generasi. Penelitian ini menganalisis peran para tokoh adat dan pemerintah daerah dalam mengelola dan menyelesaikan konflik tanah di Desa Bugalima dan Ile Pati pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan analisis dokumen sebagai sumber data. Temuan menunjukkan bahwa para tokoh adat memainkan peran sentral sebagai mediator, menggunakan mekanisme hukum tradisional dan proses konsultasi untuk menyelesaikan sengketa, sementara pemerintah daerah bertindak sebagai mediator, penjamin legitimasi, dan penjaga stabilitas sosial. Kerja sama antara para tokoh adat dan pemerintah daerah terbukti efektif dalam mengurangi ketegangan, mencapai kesepakatan damai, dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Downloads

Published

2026-01-27

How to Cite

Riangtobi, Y. D. U., Andim, W. Y., & Subandi, Y. (2026). Manajemen dan Resolusi Konflik Tanah antara Desa Bugalima dan Ile Pati di Pulau Adonara: Analisis Peran Tokoh Adat dan Pemerintah Daerah Tahun 2024. Jurnal Ilmiah Multidisipin, 4(1), 102–108. https://doi.org/10.60126/jim.v4i1.1445

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>