Edukasi Penanganan Dismenorhea Pada Siswi di SMPN 9 Madiun
DOI:
https://doi.org/10.60126/jgen.v3i1.697Keywords:
Dismenorhea, Edukasi, SikapAbstract
Masa remaja adalah tahap perkembangan yang sangat penting dalam kehidupan seseorang. Pada masa ini, organ-organ fisik (seksual) mulai matang, yang menandai kemampuan untuk bereproduksi. Salah satu tanda pubertas pada remaja putri adalah menstruasi. Namun, menstruasi sering kali disertai dengan rasa tidak nyaman di perut, bahkan bisa menyebabkan nyeri hebat yang dikenal sebagai dismenore. Berdasarkan data awal, 7 siswi melaporkan mengalami kram di perut saat menstruasi, 4 siswi tidak mengetahui tentang dismenore, dan 1 siswi belum pernah mengalaminya. Mengenai cara menghadapinya,7 siswi memilih untuk beristirahat saat merasakan nyeri, sedangkan 4 siswi cenderung membiarkan rasa sakit tersebut tanpa penanganan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswi kelas 7 mengenai penanganan dismenorhea sehingga dapat mencegah terjadinya gangguan kesehatan reproduksi dan meningkatkan kesejahteraan kehidupan wanita. Kegiatan ini menggunakan metode komunikasi dan evaluasi pengetahuan berupa pre dan post test kepada 108 siswi SMPN 9 Madiun. Hasil dari kegiatan edukasi ini adalah sebagai berikut terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap siswi tentang penanganan dismenorhea pada siswi kelas 7 SMPN 9 Madiun dibandingkan hasil pre-test dan post-test. Kegiatan edukasi tentang penanganan dismenorhea ini dapat dimasukkan dalam kurikulum mata pelajaran Biologi atau bisa dimasukkan dalam program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMPN 9 Madiun dan dapat dilakukan dengan cara demonstrasi.
References
Dewi, R. (2019). Hubungan Pengetahuan Terhadap Sikap Remaja Putri Dalam Penanganan Dismenorhea Di SMA Assanadiyah Palembang Tahun 2016. Journal Of Midwifery and Nursing, 45-65.
Fitri, I. (2017). Lebih Dekat dengan Sistem Reproduksi Wanita. Yogyakarta: Gosyen.
Kemenkes RI. (2014). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Direktorat Bina Gizi dan KIA.
Kusmiran. (2011). Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Salemba Medika.
Manuaba. (2010). Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta: EGC.
Misliani A, M. M. (2019). Gambaran Derajat Dismenore Dan Upaya Penanganan Dismenore Dengan Cara Farmakologi Dan Nonfarmakologi Pada Siswi Kelas X Di Man 2 Rantau. Jurnal Citra Keperawatan, 7(1), 23–32.
Notoatmojo, S. (2010). Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Partiwi, N. S. (2021). Efektivitas Senam Dismenore Dan Abdominal Stretching Exercise Terhadap Intensitas Nyeri Haid Pada Remaja Dismenore Primer. Jurnal Berita Kesehatan, 14(1), 14-33.
Riskesdas. (2010). Persentase Perempuan 10-59 Tahun Menurut Siklus Haid. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI Tahun 2010.
Riskesdas. (2013). Prevalensi Stats Gizi Penduduk > 18 tahun Menurut Indeks Massa Tubuh. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI Tahun 2013.
Rohan, H. (2017). Buku Ajar Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Nuha Medika.
Salamah, U. (2019). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri terhadap Perilaku Penanganan Dismenorhea. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 9(03), 123-127.
Syafriani, S. (2021). Hubungan Status Gizi dan Umur Menarche dengan Kejadian Dismenorhea Pada Remaja Putri di SMA N 2 Bangkinang Kota 2020. Jurnal Ners, 5(1), 32-37.
Waryana. (2016). Promosi Ksehatan, Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Nuha Medika.
Wulandari, S. &. (2018). Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Dismenorea Dengan Sikap Menghadapi Dismenorea di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Sukoharjo. IJMS-Indonesian Journal on Medical Science, 5(1), 18–22.





