Pentingnya Partograf Sebagai Alat Deteksi Dini Kegawatdaruratan Pada Persalinan Untuk Menurunkan Angka Sectio Caesarea di TPMB Wirahayu Panjang, Bandar Lampung
DOI:
https://doi.org/10.60126/jgen.v2i2.538Keywords:
Partograf, Deteksi Dini, Kegawatdaruratan, Persalinan, Sectio Caesarea, Praktik Bidan, Bandar LampungAbstract
Partograf adalah alat yang digunakan untuk memantau proses persalinan secara sistematis dan komprehensif. Penggunaan partograf yang tepat dapat membantu bidan dalam mendeteksi dini adanya komplikasi pada persalinan, sehingga memungkinkan penanganan yang cepat dan tepat. Di Bandar Lampung, tingkat persalinan dengan prosedur sectio caesarea (SC) yang relatif tinggi menjadi salah satu perhatian utama dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah dengan melakukan pelatihan dan penyuluhan kepada para bidan. Hasil pengabdian mengungkapkan bahwa penggunaan partograf untuk bidan terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam melakukan pemantauan persalinan sehingga dapat membantu menurunkan angka sectio caesarea di tempat praktik bidan di Bandar Lampung.
References
Adegoke, A. A., Utz, B., Msuya, S. E., van den Broek, N. (2012). Skilled birth attendants: who is who? A descriptive study of definitions and roles from nine sub Saharan African countries. PloS One, 7(7), e40220.
Allanson, E. R., Waller, S. A., Davidson, C., Beasley, R., & McCloskey, L. G. (2014). A retrospective audit of partograph use in Dar es Salaam. Tanzania. BMC Pregnancy and Childbirth, 14(1), 122.
Hofmeyr, G. J., & Lavender, T. (2013). A study of the isolated effect of rigorous training on the use of a partograph on maternal outcomes. BMC Pregnancy and Childbirth, 13(1), 9.
Mathai, M., & Alfirevic, Z. (2014). Monitoring the fetus during labor: Evidence-based recommendations for the use of intrapartum fetal heart rate monitoring. Geneva: WHO.
Mekango, D. E., Aga, F., Yimam, H., & Ayenew, A. (2017). Level of partograph utilization and its associated factors among obstetric caregivers at public health facilities in East Gojjam Zone. Northwest Ethiopia. PloS One, 12(4), e0175909.
Pujar, Y. P., & Joseph, S. (2017). Impact of partograph use on maternal and perinatal outcomes: A systematic review and meta-analysis. Journal of Obstetrics and Gynecology of India, 67(4), 251-257.
Urassa, D., Bredow, F., Nyström, L., & Essén, B. (2012). Use of a partograph and comparison with a computer programme within the WHO partograph training course in Dar es Salaam. Tanzania. BMC Pregnancy and Childbirth, 12(1), 17.
Wangdi, R., Chhetri, S., Gurung, A., & Scheil, W. (2015). The use of a partograph in labor monitoring: A cross‐sectional study among obstetric caregivers in public health care institutions. Nepal Journal of Obstetrics and Gynecology, 10(2), 36-41.
WHO, UNICEF, UNFPA, World Bank Group, UNPD. (2018). Trends in maternal mortality: 1990 to 2015: estimates by WHO, UNICEF, UNFPA, World Bank Group, and the United Nations Population Division. Geneva: WHO.
World Health Organization (WHO). (1994). The partograph: Guidelines for maternal and perinatal health services. Geneva: WHO.





