Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Gerakan Kampung Edukasi Ekonomi Biru untuk Cegah Stunting dan Menguatkan Motivasi Belajar Remaja Nelayan di Desa Lembung
DOI:
https://doi.org/10.60126/jgen.v4i4.1752Keywords:
Ekonomi Biru, Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, Stunting, Motivasi Belajar, Remaja Nelayan, Desa LembungAbstract
Masyarakat pesisir Desa Lembung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan memiliki potensi sumber daya kelautan yang besar, namun masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain rendahnya pemahaman mengenai ekonomi biru, risiko stunting, dan rendahnya motivasi belajar remaja nelayan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui Gerakan Kampung Edukasi Ekonomi Biru sebagai upaya pencegahan stunting sekaligus penguatan motivasi belajar remaja nelayan. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Juni–12 Juli 2026 dengan melibatkan 50 mitra, yang terdiri atas 20 nelayan, 15 remaja nelayan, dan 15 ibu rumah tangga (IRT). Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, praktik, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi program dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh indikator mengalami peningkatan. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 56,6% pada pre-test menjadi 83,7% pada post-test atau meningkat sebesar 27,1%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pengetahuan tentang ekonomi biru (30%), diikuti motivasi belajar remaja nelayan (29%), pemahaman gizi keluarga pesisir dan sikap terhadap perubahan perilaku (masing-masing 27%), serta kesadaran pencegahan stunting dan partisipasi dalam kegiatan edukasi (masing-masing 26%). Selain itu, masyarakat mulai menerapkan keterampilan pengolahan hasil perikanan, budidaya lebah madu mangrove, serta pencatatan usaha berbasis digital sebagai bentuk implementasi ekonomi biru. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi biru mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting serta penguatan motivasi belajar remaja nelayan secara berkelanjutan.
References
Almaududi, S. (2024). Blue economy dalam pemberdayaan masyarakat mencapai Sustainable Development Goals. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(3), 12057–12061. https://doi.org/10.31004/jrpp.v7i3.33376
Apidianti, S. P., Yunita, E., & Hidayat, M. T. (2025). Optimalisasi asupan protein hewani melalui PMT berbahan ikan tenggiri berbasis konsep isi piringku sebagai strategi preventif stunting di Desa Padelegan. In Seminar Nasional Hasil Pengabdian Masyarakat (SENIAS), 9(1), 173–179.
Aprizal, A., Wiranatakusuma, D. B., & Razak, D. A. (2025). The nexus between blue economy and sustainable development: A systematic literature review and mapping study. Journal of Economics Research and Social Sciences, 9(1).
Ardila, R., Hidayat, M. T., & Hidayah, L. W. (2019). Peningkatan kemampuan membaca intensif melalui metode SQ3R mahasiswa Perikanan Universitas Islam Madura. Journal of Language, Literature, and Teaching, 1(3), 64–79.
Atmadi, Al Habsy, M. Y., Bakar, A. N., Traiyarach, S., Surjaatmadja, S., & Christina, A. (2026). The development of blue economy research in Indonesia: A systematic literature review and future research directions. Journal of Geospatial Science and Analytics, 2(1), 51–60. https://doi.org/10.58524/jgsa.v2i1.134
Dayat, H. (2023). Analisis kelayakan usaha kopi mangrove (Rhizophora stylosa) di Pokmaswas Bina Lestari di pesisir. Fisheries: Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan, 5(1), 1–9.
Hidayat, M. T. (2025). Strategi ekowisata mangrove pesisir dalam pengembangan budidaya lebah madu di Desa Lembung. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 3(3), 927–939.
Hidayat, M. T., & Ardila, R. (2023). Pemberdayaan kelompok masyarakat Desa Baddurih dalam pelatihan pengolahan tepung mangrove substitusi tepung terigu. ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi, 2(3), 370–377.
Hidayat, M. T., Sukma, K. P. W., & Ferdiansyah, D. (2024). Penguatan keterampilan pemasaran digital untuk peningkatan usaha masyarakat Desa Batuan Kabupaten Sumenep. In Seminar Nasional Hasil Pengabdian Masyarakat (SENIAS), 8(1), 37–41.
Kristiningrum, R., Sari, W. I., Halimah, N., & Paramitha, T. A. (2022). Potensi ekonomi dan konservasi ekosistem mangrove bagi masyarakat pesisir di Desa Pondong Kabupaten Paser. ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 6(2), 165–171.
Permatasari, L., Muliasari, H., Mukhlishah, N. R. I., Deccati, R. F., Maulidya, S. A. I., Junaida, A., ... & Faishal, I. A. (2024). Edukasi stunting dan pelatihan pengolahan makanan berbahan dasar ikan di Desa Meninting. Jurnal Pepadu, 5(4), 796–802.
Shidqi, M. T., Ardila, R., & Hidayat, M. T. (2023). Pengembangan usaha pengolahan lorjuk untuk meningkatkan pendapatan di Desa Lembung. SWARNA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(12), 1262–1268.
Solihat, W. N. (2022). Pemberdayaan, pengenalan budaya dan pengetahuan berbasis alam untuk meningkatkan motivasi belajar dan taraf hidup pelajar Kampung Cimanis. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2(6).
Sukarya, S. S., & Tosepu, R. (2024). Analysis of risk factors for stunting among children under five years old in Indonesia's coastal areas: Literature review. Preventif Journal, 8(2).
Tinov, M. Y. T., Isril, I., Harirah, Z., & Wasillah, A. (2023). Stunting prevention in collaborative governance perspective. Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-194-4_19





