Pemberdayaan Ibu Balita Stunting melalui Terapi Komplementer Pijat Bayi dan Edukasi MP-ASI Berbasis Daun Kelor di Wilayah Puskesmas Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah

Authors

  • Septi Widiyanti Program Studi Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang
  • Sri Lestariningsih Program Studi Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang
  • Elisa Murti Puspitaningrum Program Studi Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang

DOI:

https://doi.org/10.60126/jgen.v4i4.1750

Keywords:

Stunting, Pijat Bayi, MP-ASI, Daun Kelor, Pengabdian Kepada Masyarakat

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Upaya pencegahan dan penanganan stunting memerlukan pendekatan yang komprehensif melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam pemberian stimulasi tumbuh kembang serta pemenuhan gizi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita mengenai terapi komplementer pijat bayi dan pengolahan makanan pendamping ASI (MP-ASI) berbasis daun kelor sebagai upaya mendukung pemberdayaan ibu balita stunting. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah, dengan melibatkan 30 ibu balita. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi teknik pijat bayi, demonstrasi pengolahan MP-ASI berbasis daun kelor, praktik langsung, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata pre-test dari 51,67 menjadi 85,00 pada post-test atau meningkat sebesar 33,33 poin (64,5%). Selain itu, peserta menunjukkan pemahaman dan mampu mempraktikkan selama sesi pendampingan sesuai prosedur serta memahami pemanfaatan daun kelor sebagai bahan lokal bergizi untuk MP-ASI. Tingginya partisipasi peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa metode edukasi berbasis demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas ibu dalam pencegahan dan penanganan stunting. Program ini diharapkan dapat diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam kegiatan Posyandu dan pelayanan kesehatan ibu dan anak di Puskesmas sebagai salah satu strategi percepatan penurunan stunting di tingkat masyarakat.

References

Aminah, S., Ramadhan, T., Yanis, M. (2015). Kandungan Nutrisi dan Sifat Fungsional Tanaman Kelor (Moringa oleifera). Buletin Pertanian Perkotaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta. 5(2).

Andini, A., Kartika, I. D., Hasbi, B. E., Jafar, M. A., & Zulfamidah. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemanfaatan daun kelor terhadap upaya pencegahan stunting pada anak usia 6 bulan–2 tahun di Puskesmas Mandai tahun 2022–2023. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(1), 5005–5016.

Field, T. (2019). Pediatric massage therapy research: A narrative review. Children, 6(6), 78. https://doi.org/10.3390/children6060078

Fitriani, L., Wahyuni, S., Usman, A., Jamir, A. F., Susianti, S., Purnama Sari, A., Irawati, A., & Rismawati. (2023). Penyuluhan dan praktek menu makanan sehat balita untuk pencegahan stunting di Kelurahan Anreapi. JAI: Jurnal Abdimas ITEKES Bali, 3(1), 40–44. https://doi.org/10.37294/jai.v3i1.500

Hervidea, R., & Kustiani, A. (2022). Pengaruh Penambahan Daun Kelor pada Aktivitas Antioksidan, Total Fenolik Dan Organoleptik pada Pengembangan Produk Gracilaria Sp. sebagai Alternatif Imun Booster di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 12(1).

Kemenkes RI. (2024). Survei Status Gizi Indonesia. Https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/survei-status-gizi-indonesia-ssgi-2024/

Khairiah, R, et al.. (2022). Efektivitas Pijat Bayi Usia 3-12 Bulan Dengan Aroma Terapi Lavender Terhadap Kualitas Tidur Bayi Di BPM Ina Musrsinah Cikupa-Tangerang. Wellness And Healthy Magazine 4, 171–184. Https://Doi.Org/10.30604/Well.238422022.

Lestari, K. P., Nurbadlina, F. R., Wagiyo, & Jauhar, M. (2021). The effectiveness of baby massage in increasing infant's body weight. Journal of Public Health Research, 10(S1), Article 2332. https://doi.org/10.4081/jphr.2021.2332

Maesarah, M., Adam, D., Hatta, H., Djafar, L., & Ka'aba, I. (2021). Hubungan pola makan dan riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Gorontalo. Al GIZZAI: Public Health Nutrition Journal, 1(1), 50–58. https://doi.org/10.24252/algizzai.v1i1.19082

Maulinda, S., & Reflisiani, D. (2024). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pijat Bayi, Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan Di Pmbs, Kota Depok Periode Maret-Juni 2022. Journal Of Public Health Science, 1(1), 1–10.

Pakaya, N., Wulansari, I., & Hasanuddin, A. D. I. (2024). Peningkatan pengetahuan pencegahan stunting pada pasangan usia subur melalui penyuluhan kesehatan di Desa Bube BaruKabupaten Bone Bolango. BEMAS: Jurnal Bermasyarakat, 4(2), 182–189

Roesli, U. (2012) Panduan Pijat Bayi. Jakarta: Puspa Swara.

Tekle, A., Belay, A., Kelem, K., Yohannes, M. W., Wodajo, B., and Tesfaye, Y. (2015). Nutritional Profile of Moringa stenopetala Species Samples Collected from Different Places in Ethiopia. European Journal of Nutririon & Food Safety, 5(5), 1100-1101.

World Health Organization, United Nations Children's Fund (UNICEF), & World Bank Group. (2025). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates: Key findings of the 2025 edition. World Health Organization. https://doi.org/10.4060/cd9168en

Yuliana, A., Suharto, A., & Handayani, T. E. (2013). Perbedaan berat badan bayi usia 3–5 bulan yang dipijat dan tidak dipijat di Kelurahan Tawanganom Kecamatan Magetan tahun 2013. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 4(4), 216–219.

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Widiyanti, S., Lestariningsih, S., & Puspitaningrum, E. M. (2026). Pemberdayaan Ibu Balita Stunting melalui Terapi Komplementer Pijat Bayi dan Edukasi MP-ASI Berbasis Daun Kelor di Wilayah Puskesmas Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah. JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(4), 397–404. https://doi.org/10.60126/jgen.v4i4.1750