Peningkatan Kapasitas Kader Dalam Pencegahan Leptospirosis Melalui Edukasi, Pelatihan CTPS dan Survei Kesehatan Lingkungan di Padukuhan Sonosewu, Kabupaten Bantul
DOI:
https://doi.org/10.60126/jgen.v4i3.1676Keywords:
Leptospirosis, Kader Kesehatan, CTPS, Edukasi Kesehatan, Kabupaten BantulAbstract
Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang masih menjadi masalah kesehatan lingkungan endemis di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan leptospirosis melalui edukasi kesehatan, pelatihan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), dan survei kesehatan lingkungan di Dukuh Sonosewu, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu penggalian masalah dan potensi masyarakat, Community Self Survey (CSS), peningkatan kapasitas kader, serta pemantapan dan pendampingan masyarakat. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan masyarakat dari 70% pada pre-test menjadi 99% pada post-test. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi diberikan. Kegiatan ini membuktikan bahwa metode edukasi berbasis demonstrasi langsung disertai keterlibatan aktif kader kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan leptospirosis.
References
Costa, F., Hagan, J. E., Calcagno, J., Kane, M., Torgerson, P., Martinez-Silveira, M. S., Stein, C., Abela-Ridder, B., & Ko, A. I. (2022). Global morbidity and mortality of leptospirosis: A systematic review. PLoS Neglected Tropical Diseases, 16(4), e0010418.
Gunawan, E., & Ayubi, D. (2023). Literature review: Determinan kinerja kader kesehatan. J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 18–29. https://doi.org/10.35329/jkesmas.v9i1.3991
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023, May 2). Waspadai musim hujan dan banjir: Leptospirosis diam-diam mematikan. Ayo Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kurniawati, E., Prasetyo, B., & Lestari, D. (2023). Peran kader kesehatan dalam meningkatkan keberhasilan program promosi kesehatan berbasis masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(2), 105–114.
Mwachui, M. A., Crump, L., Hartskeerl, R., Zinsstag, J., & Hattendorf, J. (2024). Environmental and behavioural determinants of leptospirosis transmission: A systematic review. Tropical Medicine and Infectious Disease, 9(2), 58.
Paridah, Yulia, H., Meizi, & Rezki, S. (2025). Peningkatan pengetahuan siswa SDN 36 Kendari tentang cuci tangan pakai sabun melalui leaflet. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS), 4(1), 160–169. https://doi.org/10.54832/judimas.v4i1.707
Rahmawati, T. A. (2025). Pemetaan sebaran kasus leptospirosis berdasarkan faktor risiko lingkungan di Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul tahun 2024 [Skripsi sarjana terapan, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta].
Sari, I. Z. R. (2021). Tinjauan literatur: Leptospirosis di Indonesia. Majalah Kesehatan, 8(2), 113–121. https://doi.org/10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.02.7
Sudarman, S., Prasetyo, J., Solehah, E. L., Asfar, A., & Ervianti, Y. (2023). Optimalisasi peran kader kesehatan terhadap peningkatan layanan kesehatan pada balita di Posyandu. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 61–67. https://doi.org/10.31960/caradde.v6i1.1989
UNICEF. (2024). Hand hygiene for all: Global handwashing promotion strategy. UNICEF.
Waladani, B., Istikmal, A., Handayani, A., Kasiyanto, K., Marleni, M., Rahmawati, P., & Wahyuningsih, T. (2023). Edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan leptospirosis. Jurnal Salingka Abdimas, 3(1), 177–182. https://doi.org/10.31869/jsam.v3i1.4349
World Health Organization. (2023). Leptospirosis: Fact sheet. Geneva: WHO.





