Pendampingan Guru Dalam Penyusunan E-Modul Keterampilan Menulis Berbasis Deep Learning
DOI:
https://doi.org/10.60126/jgen.v4i1.1498Keywords:
Pembelajaran Menulis Digital, Penyusunan E-Modul, Deep Learning, Pendampingan Guru, Umpan BalikAbstract
Pembelajaran menulis di era digital menuntut pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada produk akhir, tetapi juga pada proses kognitif dan reflektif yang mendalam. Namun, praktik pembelajaran di sekolah masih menunjukkan keterbatasan dalam perancangan bahan ajar digital yang mampu memfasilitasi tahapan menulis secara sistematis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun e-modul keterampilan menulis berbasis deep learning melalui pendekatan pendampingan kolaboratif-reflektif. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 16 V Koto Kampung Dalam dengan melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi penyajian materi, diskusi interaktif, dan pembimbingan langsung dalam perancangan e-modul, yang dilakukan melalui tahapan pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penguatan kompetensi guru dalam merumuskan tujuan pembelajaran, menyusun aktivitas menulis berbasis proses, mengembangkan instrumen penilaian autentik, serta mengintegrasikan media digital secara pedagogis. E-modul yang disusun tidak hanya berfungsi sebagai bahan ajar digital, tetapi sebagai perangkat pembelajaran yang menuntun proses menulis secara bertahap dan reflektif. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan berperan penting dalam mendukung implementasi pembelajaran menulis yang sistematis, interaktif, dan berorientasi pada pemahaman mendalam peserta didik.
References
Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for quality learning at university (4th ed.). Maidenhead, England: Open University Press.
Brown, H. D. (2007). Teaching by principles: An interactive approach to language pedagogy (3rd ed.). White Plains, NY: Pearson Education.
Darling-Hammond, L., Hyler, M. E., & Gardner, M. (2017). Effective Teacher Professional Development. Palo Alto, CA: Learning Policy Institute.
Daryanto. (2013). Menyusun Modul: Bahan Ajar untuk Persiapan Guru dalam Mengajar. Yogyakarta, Indonesia: Gava Media.
Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta, Indonesia: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Flower, L., & Hayes, J. R. (1981). A cognitive process theory of writing. College Composition and Communication, 32(4), 365–387. https://doi.org/10.58680/ccc198115885
Fullan, M., & Langworthy, M. (2014). A rich seam: How new pedagogies find deep learning. London, England: Pearson.
Graham, S., & Perin, D. (2007). Writing next: Effective strategies to improve writing of adolescents in middle and high schools—A report to Carnegie Corporation of New York. Washington, DC: Alliance for Excellent Education.
Guskey, T. R. (2002). Does it make a difference? Evaluating professional development. Educational Leadership, 59(6), 45–51.
Gusriani, A., Yuniarti, L., Yanti, Z. P., & Tatalia, R. G. (2024). Analisis Asosiatif pada Lirik Lagu Jiwa yang Bersedih. DIALEKTOLOGI, 9(1), 35-42.
Gusriani, A., Suryadi, A., & Yanti, Z. P. (2025). Makna Konotatif dan Implementasi Tawazun dalam Lirik Lagu “Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” Karya Bernadya. Jurnal Kiprah Pendidikan, 4(3), 550-557.
Gusriani, A., Yuniarti, L., & Yanti, P. (2025). Psycho-Indigenous Tradisi Uang Japuik dalam Pernikahan Budaya Pariaman. eScience Humanity Journal, 6(1), 63-70.
Hattie, J. (2009). Visible learning: A synthesis of over 800 meta-analyses relating to achievement. London, England: Routledge.
Hyland, K. (2019). Second language writing (2nd ed.). Cambridge, England: Cambridge University Press.
Joyce, B., & Showers, B. (2002). Student achievement through staff development (3rd ed.). Alexandria, VA: Association for Supervision and Curriculum Development.
Marton, F., & Säljö, R. (1976). On qualitative differences in learning I—Outcome and process. British Journal of Educational Psychology, 46(1), 4–11.
Mayer, R. E. (2020). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge, England: Cambridge University Press.
Merrill, M. D. (2002). First principles of instruction. Educational Technology Research and Development, 50(3), 43–59. https://doi.org/10.1007/BF02505024.
Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological Pedagogical Content Knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054. https://doi.org/10.1111/j.1467-9620.2006.00684.x
Nieveen, N. (1999). Prototyping to reach product quality. Dalam J. van den Akker, R. M. Branch, K. Gustafson, N. Nieveen, & T. Plomp (Ed.), Design approaches and tools in education and training (hlm. 125–136). Dordrecht: Kluwer Academic Publishers.
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). (2018). Skills for the 21st century: Findings and policy lessons from the OECD Survey of Adult Skills (OECD Education Working Papers No. 166). Paris, France: OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/96e69229-en
Shulman, L. S. (1986). Those who understand: Knowledge growth in teaching. Educational Researcher, 15(2), 4–14. https://doi.org/10.3102/0013189X015002004
Tarigan, H. G. (2008). Menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa (Edisi revisi). Bandung, Indonesia: Angkasa.
Warschauer, M., & Healey, D. (1998). Computers and Language Learning: An overview. Language Teaching, 31(2), 57–71. https://doi.org/10.1017/S0261444800012970





