Makna Kebersyukuran Bagi Buruh Angkut di Pelabuhan Kota Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v2i4.516Keywords:
Kebersyukuran, Buruh Angkut Barang, Pelabuhan Kota SamarindaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna kebersyukuran di kalangan buruh angkut barang di Pelabuhan Kota Samarinda. Kebersyukuran dianggap sebagai salah satu bentuk ekspresi kebahagiaan yang berhubungan dengan kesejahteraan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan empat subjek penelitian yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan teknik triangulasi, coding, dan kategorisasi sesuai tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para buruh angkut barang di Pelabuhan Kota Samarinda memiliki pemaknaan kebersyukuran yang dipengaruhi oleh empat aspek utama: intensitas, frekuensi, rentang, dan kepadatan syukur. Intensitas syukur mencerminkan perasaan syukur yang mendalam terhadap kebersamaan dan suasana kekeluargaan di tempat kerja. Frekuensi syukur menunjukkan seberapa sering mereka merasakan syukur dalam kehidupan sehari-hari, terutama karena kemampuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan ibadah. Rentang syukur mencakup berbagai sumber syukur, mulai dari dukungan keluarga, teman-teman kerja, hingga kesempatan untuk beribadah. Kepadatan syukur mengacu pada jumlah individu atau hal yang menyebabkan rasa syukur.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.