Implementasi Program Sosial Terhadap Anak-Anak di Yayasan Rumah Impian dan Desa Sidomulyo Melalui Mahasiswa Magang Asal Belanda Tahun 2022
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v2i3.437Keywords:
Yayasan Rumah Impian, Thinkvolunteer, Intern Indonesia, YogyakartaAbstract
Perkembangan kota dalam segala aspek tidak hanya menciptakan suasana positif tetapi juga menimbulkan persaingan dalam kehidupan yang berujung pada kemiskinan. Akibat dari hal tersebut adalah kondisi sosial masyarakat Indonesia yang salah satunya adalah munculnya fenomena anak jalanan di perkotaan. Di Indonesia, kebijakan pemerintah terhadap anak jalanan belum efektif. Faktanya, tuntutan masyarakat terhadap kebijakan sosial yang mendesak dan mempertimbangkan perlakuan terhadap anak jalanan semakin meningkat. Permasalahan anak jalanan di kota Yogyakarta sama dengan permasalahan yang dihadapi di kota besar lainnya. Jumlah anak jalanan yang berada di Kota Yogyakarta semakin bertambah. Peningkatan yang sangat besar ini dirasakan pada tahun 2009, karena sejak awal tahun 2009, Dinas Ketertiban Umum menangkap 1.363 anak jalanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan menggunakan konsep NGO dan teori Bantuan Luar Negeri sebagai alat analisis dalam menganalisis temuan. Salah satu bentuk hubungan internasional melalui NGO adalah program Internship dari Intern Indonesia dan Thinkvolunteer yang merupakan kerja sama antara NGO lokal yang berada di Indonesia dengan lembaga yang berada di Belanda. Apa yang dilakukan oleh Thinkvolunteer ini berkaitan dengan teori bantuan luar negeri yang salah satunya adalah Humanitarian Foreign Aids. Sebab apa yang dilakukan oleh Thinkvolunteer tidak ada campur tangan pemerintah dan dalam konteks ini berarti tidak ada unsur politik.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.