Analisis Pengaruh Brand Awareness Terhadap Minat Beli Konsumen Produk Numa Skin di Shopee
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v4i2.1548Keywords:
Kesadaran Merek, Minat Beli, Numa Skin, ShopeeAbstract
Perkembangan e-commerce di Indonesia membuat persaingan bisnis semakin ketat, termasuk di kategori skincare. Numa Skin, merek lokal yang memasarkan produknya melalui Shopee sejak 2021, mengalami penjualan yang fluktuatif pada awal 2025. Kondisi ini diduga berkaitan dengan rendahnya brand awareness. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh brand awareness terhadap minat beli konsumen produk Numa Skin di Shopee. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 30 responden yang pernah membeli produk Numa Skin di Shopee, serta wawancara terhadap 20 responden acak untuk mengetahui spontanitas brand awareness. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Data penjualan Januari–Februari 2025 yang stagnan kemudian naik pada Maret setelah upaya meningkatkan awareness mendukung temuan tersebut. Wawancara juga memperlihatkan bahwa tidak ada responden yang spontan menyebut Numa Skin, sedangkan merek lain lebih mudah diingat. Kesimpulannya, brand awareness masih belum optimal (terutama pada aspek recall) namun berpengaruh nyata terhadap minat beli konsumen di Shopee. Perusahaan disarankan memperkuat promosi digital, memaksimalkan ulasan dan konten di marketplace, serta bekerja sama dengan influencer untuk meningkatkan kesadaran merek.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







