Hubungan Postur Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal Disorder (MSDs) pada Pekerja Laundry Di Kecamatan Bangkinang Kota Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.60126/jim.v4i9.1869Keywords:
Keluhan Muskuloskeletal Disorder (MSDs), Postur Kerja, Pekerja LaundryAbstract
Pekerja laundry merupakan salah satu kelompok pekerja sektor informal yang berisiko mengalami keluhan muskuloskeletal disorder (MSDs) akibat aktivitas kerja yang dilakukan secara berulang dan postur kerja yang tidak ergonomis. Keluhan MSDs dapat mengganggu kesehatan pekerja, menurunkan produktivitas kerja, serta berdampak pada keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan postur kerja dengan keluhan MSDs pada pekerja laundry di Kecamatan Bangkinang Kota Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 01 sampai 05 Juli 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 86 responden menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai postur kerja dan kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengukur keluhan MSDs. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 45 (52,3%) responden memiliki postur kerja berisiko tinggi dan sebanyak 44 (51,2%) responden mengalami keluhan MSDs. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p value = 0,003 (p < 0,05) sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara postur kerja dengan keluhan MSDs pada pekerja laundry di Kecamatan Bangkinang Kota Tahun 2026. Pekerja laundry diharapkan menerapkan postur kerja yang ergonomis, melakukan peregangan otot secara berkala, serta mengatur waktu kerja dan waktu istirahat sebagai upaya mengurangi risiko keluhan MSDs.







