Pengaruh Latihan SAQ terhadap Kemampuan Agility dan Kecepatan Dribbling Futsal Putri

Authors

  • Sandi Insan Nugraha Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Ucup Yusuf Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Moch Yamin Saputra Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.60126/jim.v4i4.1562

Keywords:

SAQ, Star Drill, Dribbling, Futsal

Abstract

Dalam permainan futsal, atlet dituntut untuk bermain secara cepat dan tepat karena karakteristik permainan yang memiliki mobilitas tinggi. Hal ini mengharuskan pemain memiliki kemampuan fisik dan teknik yang optimal. Permasalahan yang sering terjadi, khususnya pada pemain futsal putri, adalah rendahnya kelincahan (agility) dan kecepatan saat melakukan dribbling, sehingga menghambat efektivitas serangan. Oleh karena itu, diperlukan bentuk latihan yang tepat, salah satunya melalui latihan Speed, Agility, and Quickness (SAQ) dengan model star drill. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-test - post-test control group design. Sampel penelitian berjumlah 16 orang yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (n=8) dan kelompok kontrol (n=8). Instrumen yang digunakan adalah Illinois Agility Test untuk mengukur kelincahan dan Tes Dribbling Futsal Bobby Charlton untuk mengukur kecepatan dribbling. Analisis data dilakukan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang signifikan latihan SAQ terhadap peningkatan kelincahan pemain futsal putri; (2) terdapat pengaruh yang signifikan latihan SAQ terhadap peningkatan kecepatan dribbling; dan (3) terdapat pengaruh yang signifikan latihan SAQ terhadap kelincahan dan kecepatan dribbling secara simultan.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Nugraha, S. I., Yusuf, U., & Saputra, M. Y. (2026). Pengaruh Latihan SAQ terhadap Kemampuan Agility dan Kecepatan Dribbling Futsal Putri. Jurnal Ilmiah Multidisipin, 4(4), 355–367. https://doi.org/10.60126/jim.v4i4.1562