Dampak Depresi Terhadap Kasus Bunuh Diri di Korea Selatan Pada Tahun 2021-2023

Authors

  • Bilqis Salsabilla Thahany Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Respati Yogyakarta
  • Esti Theda Anora Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Respati Yogyakarta
  • Yeyen Subandi Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Respati Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.60126/jim.v4i1.1447

Keywords:

Depresi, Bunuh Diri, Kesehatan Mental, Remaja, Korea Selatan

Abstract

Penelitian ini membahas dampak depresi terhadap kasus kematian di Korea Selatan antara tahun 2021 hingga 2023. Tindakan bunuh diri menjadi salah sau penyebab utama di kalangan remaja, dengan tingkat kejadian yang tinggi di negara Korea Selatan, terutama di kalangan individu yang mengalami depresi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan kajian kepustakaan, penelitian ini menganalisis fenomena depresi, penyebabnya, serta hubungannya dengan peningkatan kasus bunuh diri. Hasil menunjukan bahwa depresi berfungsi sebagai factor pemicu utama, sebanyak 90% kasus bunuh diri berkaitan dengan masalah gangguan mental. Tekanan sosial, bullying, dan stress ekonomi diakui sebagai kontributor signifikan terhadap depresi. Dengan demikian, depresi tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan angka bunuh diri, tetapi juga mencerminkan tantangan kesehatan mental yang lebih luas dalam masyarakat Korea Selatan. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang kebutuhan akan intervensi yang lebih efektif untuk menangani masalah kesehatan mental dan mencegah bunuh diri.

Downloads

Published

2026-01-27

How to Cite

Thahany, B. S., Anora, E. T., & Subandi, Y. (2026). Dampak Depresi Terhadap Kasus Bunuh Diri di Korea Selatan Pada Tahun 2021-2023. Jurnal Ilmiah Multidisipin, 4(1), 117–124. https://doi.org/10.60126/jim.v4i1.1447

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4