Politik Ketahanan Iklim: Analisis Tata Kelola Bencana Banjir dan Transformasi Kerentanan Sosial – Ekonomi Masyarakat Urban di Era Disrupsi Perubahan Iklim

Authors

  • Wening Mustikaningsih Program Studi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya
  • Annisa Rizki Ananda Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.60126/jim.v3i8.1197

Keywords:

Perubahan Iklim, Politik Ketahanan Iklim, Tata Kelola Bencana, Vulnerability

Abstract

Perubahan iklim global telah meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana banjir, terutama di wilayah urban dengan kerentanan sosial–ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi kerentanan sosial–ekonomi pedagang pasar kuliner Pelabuhan Rambang, Kota Palangkaraya, dalam menghadapi bencana banjir di era disrupsi perubahan iklim, serta mengkaji peran tata kelola bencana dalam membangun ketahanan iklim. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan Social–Ecological Vulnerability Theory, data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan NVivo 15 untuk proses pengkodean dan pemaknaan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan pedagang dipengaruhi oleh interaksi faktor fisik (topografi, curah hujan, tanah gambut), faktor ekonomi (ketergantungan pendapatan harian), dan faktor tata kelola (ketidaksinkronan kebijakan makro–mikro). Meskipun menghadapi keterbatasan, komunitas pedagang mengembangkan kapasitas adaptif berbasis modal sosial melalui jaringan solidaritas. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penguatan ketahanan iklim memerlukan tata kelola bencana yang terintegrasi dan responsif, dengan kolaborasi pemerintah–komunitas, penataan ruang berbasis risiko, penguatan sistem peringatan dini, dan pengembangan infrastruktur adaptif.

Downloads

Published

2025-08-13

How to Cite

Mustikaningsih, W., & Ananda, A. R. (2025). Politik Ketahanan Iklim: Analisis Tata Kelola Bencana Banjir dan Transformasi Kerentanan Sosial – Ekonomi Masyarakat Urban di Era Disrupsi Perubahan Iklim. Jurnal Ilmiah Multidisipin, 3(8), 564–573. https://doi.org/10.60126/jim.v3i8.1197