Pembinaan Karakter dan Kemandirian Santri Suku Talang Mamak Program Orang Tua Asuh Baitul Maal Amanan Riau
DOI:
https://doi.org/10.60126/jgen.v3i1.721Keywords:
Karakter Kemandirian, SantriAbstract
Kemandirian adalah salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam proses pendidikan. Sikap mandiri terbentuk secara bertahap melalui berbagai pengalaman yang dilalui seseorang dalam proses perkembangannya. Individu belajar menghadapi berbagai situasi di lingkungan sosial. Oleh karena itu, kemandirian perlu diajarkan dan dilatih sejak dini. Program orang tua asuh Baitul Maal Amanah Riau memprioritaskan pendidikan bagi anak-anak suku Talang Mamak di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu. Tujuan program ini adalah menyediakan fasilitas belajar dan pembinaan kemandirian bagi anak-anak suku Talang Mamak, sehingga mereka tidak bergantung pada orang lain dan terbiasa hidup mandiri. Metode yang digunakan yaitu dengan workshop dan metode partisipatif, dengan menekankan pada keikutsertaan penuh dari peserta dalam proses pendampingan. Selama kegiatan, terjalin kerja sama dan komunikasi yang baik antara tim pengabdian dengan para santri. Selain itu, santri dari suku Talang Mamak juga berperan aktif dalam menyukseskan program. Partisipasi aktif dan kesadaran yang terlihat menunjukkan keberhasilan pembelajaran dalam mendukung upaya membangun kemandirian santri.
References
Desmita. (2014). Psikologi Perkembangan Pesrta Didik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Gunawan, H. (2014). Karakter Pendidikan Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.
Mustari. (2014). Nilai Karakter. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Priayudana, M. (2014). Peran Orang Tua Asuh Dalam Mendukung Perkembangan Kemandirian Remaja. Jakarta, 1-2.
Samani, M., & Hariyanto. (2014). Konsep dan Pendidikan Karakter. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sudewo, E. (2011). Charakter Building. Jakarta: Republika Penerbit.
UU SISDIKNAS. (2009). Bandung: Fokus Media
Wibowo, A. (2012). Pendidikan Karakter Strategi Membangun Karakter Bangsa berkeadaban. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.





