Pelatihan Kolintang sebagai Industri Wisata pada Pemuda Remaja Desa Paputungan Likupang Barat

Authors

  • Glenie Latuni Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik, Universitas Negeri Manado
  • Jesika Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik, Universitas Negeri Manado
  • David Poluan
  • Widyata N Sarayar Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik, Universitas Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.60126/jgen.v4i5.1884

Keywords:

Kolintang, Pemuda, Wisata Budaya, Pemberdayaan Masyarakat, Desa Paputungan

Abstract

Kolintang merupakan alat musik tradisional Sulawesi Utara yang memiliki potensi budaya, pendidikan, dan pariwisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar bermain kolintang bagi pemuda dan remaja di Desa Paputungan, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, serta memperkenalkan kolintang sebagai salah satu potensi daya tarik wisata budaya. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Juni 2026 di Balai Desa Paputungan melalui Program Kolaborasi Sosial untuk Pengembangan Masyarakat. Sebanyak 20 peserta dibagi menjadi dua kelompok, dengan masing-masing kelompok memperoleh sesi pelatihan selama satu jam. Materi pelatihan meliputi sejarah kolintang, teknik dasar bermain kolintang, aransemen musik, kolintang sebagai daya tarik wisata, pengelolaan kelompok seni, serta strategi promosi budaya dan pariwisata. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik kelompok, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berpartisipasi secara aktif dalam pelatihan dan mampu memainkan dua lagu tradisional Minahasa, yaitu Sipatokaan dan Esa Mokan, secara berkelompok dengan koordinasi yang baik. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peserta mengenai kolintang sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dikembangkan sebagai media promosi budaya dan pariwisata. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pelatihan kolintang dapat menjadi upaya awal dalam memperkuat kapasitas pemuda dan mengembangkan potensi wisata budaya di Desa Paputungan. Pelatihan lanjutan, latihan secara rutin, penyediaan alat musik, serta pembentukan kelompok kolintang desa diperlukan untuk mendukung pengembangan yang berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-10-06

How to Cite

Latuni, G., Jesika, J., Poluan, D., & Sarayar, W. N. (2026). Pelatihan Kolintang sebagai Industri Wisata pada Pemuda Remaja Desa Paputungan Likupang Barat. JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(5), 577–584. https://doi.org/10.60126/jgen.v4i5.1884