Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Melalui Pelatihan Fashion Craft Products, Creative Branding dan Enterpreneurship Berbasis Digitalisasi AI di Kota Pariaman
DOI:
https://doi.org/10.60126/jgen.v4i5.1868Keywords:
Pemberdayaan Warga Binaan, Fashion Craft, Creative Branding, Digitalisasi AI, KewirausahaanAbstract
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Pariaman menghadapi keterbatasan program pembinaan kemandirian akibat efisiensi anggaran, sementara pelatihan keterampilan yang ada masih bersifat konvensional dan belum mengintegrasikan aspek kreativitas desain, branding, maupun pemasaran digital. Kondisi ini berisiko meningkatkan angka residivisme karena warga binaan tidak memiliki bekal ekonomi produktif setelah bebas. Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan warga binaan melalui pelatihan pembuatan fashion craft products (tote bag dan pouch lukis, jilbab sulam), penguatan creative branding, serta literasi kewirausahaan berbasis digitalisasi AI. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang meliputi tahap sosialisasi, workshop produksi, pelatihan branding dan pengemasan, penerapan teknologi AI untuk desain dan pemasaran digital, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Kegiatan melibatkan tim dosen lintas disiplin (tata busana, DKV, seni rupa, dan manajemen pemasaran) bersama mahasiswa sebagai fasilitator pendamping. Luaran yang ditargetkan meliputi produk siap jual dengan identitas merek, akun toko digital aktif, serta rencana usaha mandiri bagi warga binaan pascabebas. Program ini diharapkan meningkatkan keterampilan vokasional, kepercayaan diri, dan kesiapan reintegrasi ekonomi warga binaan secara berkelanjutan.





