Penerapan Teknologi Tepat Guna Alat Penabur Pupuk Padat Sederhana di Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur

Authors

  • Ahmad Multazam Program Studi Teknik Mesin, Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.60126/jgen.v4i3.1590

Keywords:

Efisiensi Kerja, Inovasi Pertanian, Petani, Penabur Pupuk, Teknologi Tepat Guna

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi tepat guna berupa alat penabur pupuk padat sederhana guna meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi beban fisik petani di Dusun Kembang Kuning, Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Permasalahan utama yang dihadapi petani adalah proses pemupukan yang masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lama, tenaga besar, dan menyebabkan keluhan nyeri punggung akibat posisi kerja membungkuk secara berulang. Selain itu, alat penabur pupuk yang tersedia di pasaran dinilai relatif mahal dan sulit dijangkau oleh petani. Solusi yang ditawarkan melalui kegiatan ini adalah pembuatan dan penerapan alat penabur pupuk padat sederhana berbahan dasar pipa PVC, selang, pegas tarik, handle rem sepeda, dan tas ransel yang mudah diperoleh serta berbiaya rendah. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, perancangan alat, demonstrasi penggunaan, serta pendampingan kepada petani dalam pengoperasian alat di lahan pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani mampu mengoperasikan alat dengan baik dan memberikan respon positif terhadap penerapan teknologi tersebut. Penggunaan alat terbukti mampu meningkatkan efisiensi pemupukan dengan pengurangan waktu kerja sekitar 45% dibandingkan metode manual. Selain itu, alat juga membantu mengurangi intensitas membungkuk dan kontak langsung dengan pupuk sehingga pekerjaan menjadi lebih nyaman dan ergonomis. Biaya pembuatan alat yang relatif murah, yaitu sekitar Rp45.000–Rp55.000 per unit, menjadikan teknologi ini mudah diterapkan dan berpotensi direplikasi pada wilayah pertanian lainnya. Dengan demikian, penerapan alat penabur pupuk padat sederhana dapat menjadi solusi praktis dalam mendukung efisiensi kerja, kemandirian petani, dan praktik pertanian berkelanjutan.

References

Andira, N., Supartono, T., & Hidayat, A. (2021). Buku panduan keanekaragaman pohon. Wahana-Bio: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 13(1), 19–30. https://doi.org/10.20527/wb.v13i1.11318

Asmarantaka, R., & Wahyuni, D. (2019). Nyeri punggung bawah pada petani di Desa Balinuraga Lampung Selatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Mitra Indonesia, 10(2).

Bausad, A. A. P., & Allo, A. A. (2021). Pengaruh postur kerja dan beban kerja terhadap kejadian musculoskeletal disorders pada petani Kecamatan Marioriawa. Journal of Health Education and Literacy, 5(2). https://doi.org/10.31605/j-healt.v5i2.1975

Khan, N., Anwar, M., Li, S., & Zaman, M. (2022). Mobile internet adoption for sustainable agriculture: A case study in developing countries. Applied Sciences, 12(10), 4902. https://doi.org/10.3390/app12104902

Liu, Y., Han, S., & Wang, X. (2022). Impacts of technology training on agricultural productivity. Agriculture, 12(3), 316. https://doi.org/10.3390/agriculture12030316

Muhsanah, F., & Yusuf, R. A. (2023). Faktor musculoskeletal disorders pada petani. Window of Public Health Journal, 7(3), 559–566.

Putri, L. A. (2022). Analisis intervensi ergonomi dalam menurunkan keluhan low back pain pada petani penyadap karet di pemukiman lahan basah Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komering Ilir [Skripsi, Universitas Sriwijaya].

Rahayu, L. (2015). Aksesibilitas petani terhadap lembaga keuangan. AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research, 1(1), 52–60. https://doi.org/10.18196/agr.118

Rahma, N. N., Sadono, D., & Wahyuni, E. S. (2021). Pengambilan keputusan inovasi teknologi oleh petani. Jurnal Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan, 5(2), 326–344. https://doi.org/10.29244/jskpm.v5i2.816

Safithry, C. Y., & Susilawati, S. (2023). Analisis postur kerja dan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada petani: Studi literature review. ZAHRA: Journal of Health and Medical Research, 3(4), 395–405. https://doi.org/10.31605/zahra.v3i4.406

Satriani, S., Irwan, S. N., & Rahman, R. (2013). Motivasi petani dalam penerapan teknologi PTT. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 8(2), 45–53.

Setyawan, H., Hendrawan, A. T., & Untari, E. (2022). Analisis postur kerja dengan metode REBA untuk mengurangi keluhan musculoskeletal pada petani padi di Desa Sugihrejo Magetan. Jurnal Keilmuan Teknik, 1(1). https://doi.org/10.31605/j-healt.v5i2.1975

Suherman, S., Nurdin, N., & Rasyid, R. (2023). Diseminasi teknologi alat tabur pupuk sederhana bagi petani. Jurnal Dedikasi Masyarakat, 7(1), 9–18. https://doi.org/10.31850/jdm.v7i1.2689

Widana, M. P., Astawa, I. N., & Putra, I. M. (2020). Rancang tugal pupuk jagung tipe vertikal. Jurnal Teknologi Pertanian Gapura, 5(2), 61–65. https://doi.org/10.30869/jtpg.v5i2.680

Zam, W., Ilyas, A., & Syatrawati, M. (2019). Input teknologi dalam agribisnis cabe. Jurnal Ilmiah Inovasi, 19(2), 90–98. https://doi.org/10.25047/jii.v19i2.1502

Downloads

Published

2026-05-20

How to Cite

Multazam, A. (2026). Penerapan Teknologi Tepat Guna Alat Penabur Pupuk Padat Sederhana di Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 241–248. https://doi.org/10.60126/jgen.v4i3.1590