Penyuluhan Gizi Seimbang Sebagai Pencegahan Stunting Pada Balita di Desa Sendangagung Kecamatan Plaosan
DOI:
https://doi.org/10.60126/jgen.v3i3.1032Keywords:
Gizi, Pencegahan Stunting, BalitaAbstract
Kekurangan gizi pada masa emas pertumbuhan anak usia 0–3 tahun berdampak signifikan terhadap perkembangan otak, yang dapat menyebabkan penurunan kecerdasan dan meningkatkan risiko stunting. Stunting bukan hanya masalah individu, tetapi berdampak jangka panjang terhadap produktivitas bangsa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para ibu balita di Desa Sendangagung, Kecamatan Plaosan, mengenai pentingnya gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi langsung di posyandu, dengan melibatkan kader kesehatan dan dukungan dari Puskesmas setempat. Selain itu, media sosial dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan komunikasi berbasis digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat dalam menerapkan pola gizi seimbang pada balita. Intervensi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan prevalensi stunting serta meningkatkan derajat kesehatan anak-anak di wilayah tersebut.
References
A., Maineny, A., & Tondong, H. I. (2022). Pemberdayaan kader kesehatan melalui penyuluhan dan pelatihan “Golden Age Period for Golden Generation” sebagai upaya pencegahan stunting. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 6(2).
Agustina, N. (2022, September 13). Ciri anak stunting. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Eviyanti, N., & Wayan Sri, N. (2022). Gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam upaya pencegahan stunting di Desa Mengani. Institut Teknologi dan Kesehatan Bali.
Fajrin, Dessy, & Hidayati. (2021). Pengaruh media leaflet dalam pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil tentang anemia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak, 6(1).
Ikasari, F. S., Pusparina, I., & Irianti, D. (2022). Increasing mother’s knowledge through “Isi Piringku” education as an effort to prevent stunting among toddlers in Sungai Tuan Ulu Village, Banjar Regency. Community Empowerment, 7(1).
Jeliza, C. F. (2021). Determinan gizi kurang (underweight) pada balita di Pekon Pamenang wilayah Puskesmas Bumiratu Kabupaten Pringsewu. Politeknik Kesehatan Tanjungkarang.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Kebijakan kesehatan dan program nasional.
Notoatmodjo, S. (2007). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. PT Rineka Cipta.
Pertiwi, S. I. (2020). Studi kasus balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Limapuluh Kota Pekanbaru. Poltekkes Kemenkes Riau.
Putri, G. (2023, May 24). Stunting dan pencegahannya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Rahmah, A. A., Rahayuwati, L., Yani, D. I., & Eriyani, T. (2023). Correlation between mother’s education and received stunting information with mother’s stunting knowledge. Journal of Nursing Care, 2(1).
Ramdhani, A., Handayani, H., & Setiawan, A. (2020). Hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting. Seminar Nasional LPPM.
Rhamadani, R. A., Noviasty, R., & Adrianto, R. (2020). Underweight, stunting, wasting dan kaitannya terhadap asupan makan, pengetahuan ibu, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Jurnal Riset Gizi, 4(2).
Sari, M. D. M. (2022). Pengaruh edukasi pada ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting. Jurnal Medika Hutama, 3(1).
Sefrina, A., & Imanah, N. D. N. (2023). Improving maternal knowledge and children’s eating pattern by a combination of a booklet and food journaling. Journal of Holistic Nursing Science, 10(1), 27–32. https://doi.org/10.31603/nursing.v0i0.8112





