Stimulasi Brain Gym dan Psikoedukasi Orang Tua Untuk Mengurangi Konsumsi Gula Dalam Upaya Meningkatkan Potensi Anak
DOI:
https://doi.org/10.60126/jgen.v3i6.1349Keywords:
Stimulasi Brain Gym, Psikoedukasi, Konsumsi GulaAbstract
Masa golden period merupakan fase penting dalam perkembangan otak anak usia dini yang memerlukan stimulasi dan dukungan lingkungan yang optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan potensi motorik dan kognitif anak usia dini melalui stimulasi brain gym serta meningkatkan pemahaman orang tua mengenai bahaya konsumsi makanan dan minuman tinggi gula. Kegiatan dilaksanakan di School and Therapy Talitakum selama satu bulan, melibatkan 31 anak usia dini rentang usia 4–6 tahun beserta orang tua, dengan pendampingan dua fisioterapis dan mahasiswa magang Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus. Metode yang digunakan meliputi stimulasi brain gym secara rutin, demonstrasi gerakan, pendampingan langsung, serta psikoedukasi dan diskusi interaktif dengan orang tua terkait pengendalian asupan gula pada anak. Gerakan brain gym yang diterapkan antara lain belly breathing, cross crawl, lazy 8’s, arm activation, the owl, the elephant, dan double doodle. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan fokus dan koordinasi motorik anak dalam aktivitas sehari-hari serta meningkatnya pemahaman orang tua dalam menerapkan stimulasi perkembangan dan pengelolaan pola konsumsi makanan sehat di lingkungan keluarga. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan yang berkelanjutan dalam mengoptimalkan potensi anak usia dini melalui kolaborasi antara terapis, orang tua, dan institusi pendidikan.
References
Aila, S. L., Dieny, F. F., Candra, A., & Wijayanti, H. S. (2023). Konsumsi Gula Tambahan Menurunkan Asupan Zat Besi dan Seng pada anak usia 24-59 bulan di jateng. Amerta Nutrition, 7(2), 47–57. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i2SP.2023.4757
Dennison, P. E., & Dennison, G. E. (2006). Brain Gym Gerakan Sederhana untuk Belajar dengan Keseluruhan Otak (A. Nusantara, Ed.; Rusian & R. Morris, Penerj.; 11 ed.). PT Grasindo.
Indriyani, M., Oktriawan, W., Jannah, M., & Muttaqien, E. (2025). Meningkatkan Motorik dan Konsentrasi Belajar Anak Usia Dini melalui Stimulasi Brain Gym di TK Nurul Huda Al-Bukhari Desa Cirangkong. DEVOTION: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 4(1), 18–22.
Jariyah, M. A. A., Sutejo, M. N., & Addini, R. A. F. (2024). The Influence of Brain Gym (Cecilia Koester) on The Development of Fine Motoryc in Children Aged 4-6 Years. Physiotherapy and Physical Rehabilitation Journal, 1(3), 21–28. https://doi.org/10.63520/pprj.v3i1.534
Khairiyah, U., Mariati, P., Nursalim, M., & Rahmasari, D. (2023). Perlunya Brain Gym untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 10(1), 119–126. https://doi.org/10.38048/jipcb.v10i1.1262
Koester, C. (2016). The Building Block Activities (A. Aminy, Ed., 2nd ed.). Movement Based Learning, Inc.
Murtini, M., Suyami, S., Setianingsih, S., & Khayati, F. N. (2022). Gambaran Perkembangan Anak Pra Sekolah di Taman Kanak Kanak Pratiwi Beteng dan BA Aisyiyah Mranggen 2. The 2nd Conference Of Health And Social Humaniora, 62–70.
Nuryana, A., & Purwanto, S. (2010). Efektivitas Brain Gym dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar pada Anak. Indigenous, Jurnal Ilmiah Berkala Psikologi, 12(1), 88–99.
Pujiastuti, N., Handoko, L., Gustirini, R., Indriani, R., & Sugiyatmi, T. A. (2024). Pendidikan Kesehatan pada Anak tentang Senam Otak untuk Meningkatkan Kosentrasi Belajar. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 8(2), 2285. https://doi.org/10.31764/jmm.v8i2.22313
Putri, G. G. (2024). Asupan Gula dan Efek Psikologis Pada Tubuh Manusia (Sugar Intake and the Psychological Effect in Human Body). AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584), 5(01), 918–926. https://doi.org/10.37680/almikraj.v5i01.6171
Samosir, N. R. (2018). Penambahan Senam Otak pada Play Therapy Lebih Baik terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Prasekolah. Jurnal Ilmiah Fisioterapi (JIF), 1(01).
Voltas, N., Jardí, C., Hernández-Martínez, C., Arija, V., & Canals, J. (2024). Association between free sugars intake and early psychopathological problems. Journal of Child Health Care, 28(4), 760–773. https://doi.org/10.1177/13674935221135106





