Pengaruh Psychological Capital terhadap Work Engagement dengan Workplace Empowerment sebagai Variabel Mediasi pada ASN Instansi X
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v4i3.1718Keywords:
Psychological Capital, Workplace Empowerment, Work Engagement, Aparatur Sipil NegaraAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh psychological capital terhadap work engagement dengan workplace empowerment sebagai variabel mediasi pada ASN Instansi X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 180 ASN yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9), Psychological Capital Questionnaire-24 (PCQ-24), dan Conditions of Work Effectiveness Questionnaire-II (CWEQ-II). Analisis data dilakukan menggunakan PROCESS Macro Hayes dengan teknik bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement (p < 0,001) serta workplace empowerment (p < 0,001). Workplace empowerment juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement (p < 0,001). Analisis mediasi menunjukkan bahwa workplace empowerment memediasi secara parsial hubungan antara psychological capital dan work engagement dengan koefisien efek tidak langsung sebesar 0,0948. Temuan menunjukkan psychological capital merupakan sumber daya psikologis yang mampu meningkatkan keterikatan kerja ASN baik secara langsung maupun melalui peningkatan workplace empowerment. Penelitian ini memperkuat peran integrasi personal resources dan job resources dalam menjelaskan terbentuknya work engagement pada sektor publik.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







