Bimbingan dan Konseling Berwawasan Multikultural sebagai Strategi Penguatan Sikap Toleransi Peserta Didik: Studi Literatur

Authors

  • Annisa Saharani Safana Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas PGRI Palembang
  • Aprilia Susanti Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas PGRI Palembang
  • Elma Safira Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas PGRI Palembang
  • Nadia Febriyani Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas PGRI Palembang
  • Sasta Meisya Nabila Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas PGRI Palembang
  • Vemi Mailan Afriyani Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas PGRI Palembang
  • Putri Gusti Maulin Sari Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas PGRI Palembang

DOI:

https://doi.org/10.60126/maras.v4i2.1587

Keywords:

Bimbingan dan Konseling Multikultural, Toleransi, Peserta Didik, Pendidikan Inklusif

Abstract

Keberagaman budaya, agama, etnis, dan latar belakang sosial dalam lingkungan pendidikan menuntut adanya pendekatan yang mampu membangun sikap toleransi peserta didik secara berkelanjutan. Namun, masih ditemukan berbagai bentuk intoleransi, diskriminasi, dan konflik sosial di lingkungan sekolah yang menunjukkan perlunya penguatan layanan pendidikan yang lebih inklusif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran bimbingan dan konseling berwawasan multikultural sebagai strategi dalam memperkuat sikap toleransi peserta didik. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema bimbingan dan konseling multikultural serta pendidikan toleransi. Data dianalisis melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis terhadap temuan-temuan yang diperoleh. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling berwawasan multikultural berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap keberagaman, mengembangkan empati, mengurangi prasangka dan perilaku diskriminatif, serta memperkuat kemampuan komunikasi dan interaksi sosial lintas budaya. Implementasi layanan melalui bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling individual, layanan informasi, konsultasi, dan mediasi berbasis budaya terbukti mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang inklusif dan harmonis. Selain itu, kompetensi multikultural konselor menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan layanan. Dengan demikian, integrasi pendekatan multikultural dalam program bimbingan dan konseling perlu dilakukan secara sistematis sebagai upaya membentuk karakter peserta didik yang toleran dan mampu hidup berdampingan dalam masyarakat yang majemuk.

Downloads

Published

2026-05-25

How to Cite

Safana, A. S., Susanti, A., Safira, E., Febriyani, N., Nabila, S. M., Afriyani, V. M., & Sari, P. G. M. (2026). Bimbingan dan Konseling Berwawasan Multikultural sebagai Strategi Penguatan Sikap Toleransi Peserta Didik: Studi Literatur. MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(2), 451–464. https://doi.org/10.60126/maras.v4i2.1587