Strategi Pembelajaran Hafalan Al-Qur’an bagi Anak Inklusi di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v3i4.1314Keywords:
Strategi Pembelajaran, Hafalan Al-Qur’an, Anak Inklusi, Sekolah Dasar, Kolaborasi Guru-Orang TuaAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi hafalan Al-Qur’an dalam hal tersebut di SD Islam Prestasi Akhlakul Karimah siswa inklusi dan mengidentifikasi apakah terdapat faktor-faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan tahfidz. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, dan subyek yang terlibat adalah guru tahfidz, orang tua, kepala sekolah, serta murid inklusi. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan analisis dokumen termasuk rencana pembelajaran, catatan hafalan, buku komunikasi guru-orang tua. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berupa pendekatan multisensori, sistematis, dan adaptasi, serta kerja sama intensif antara guru dan orang tua secara efektif memungkinkan proses hafalan yang terlegitimasi oleh penguatan pun di lingkungan sekolah dan di rumah. Tidak hanya siswa dapat meningkatkan keterampilan menghafal mereka sebanyak sekitar 5 juz sekaligus tetapi juga meningkatkan perbedaan pada aspek kognitif, sosial, dan emosional seperti kepercayaan diri, perhatian, dan motivasi. Tantangan yang timbul antara lain fluktuasi konsentrasi dan motivasi siswa, keadaan emosional siswa, serta keterbatasan fasilitas dapat diatasi melalui strategi penargetan hafalan secara bertahap, metode fleksibel, dan komunikasi lintas sistem.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






