Pemberdayaan Kader Promosi Kesehatan melalui Pemantauan Jentik untuk Meningkatkan Kapasitas Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Masyarakat Perkotaan
DOI:
https://doi.org/10.60126/jukemas.v3i3.1847Keywords:
Demam Berdarah Dengue, Kader Promosi Kesehatan, Pemantauan Jentik, Pemberdayaan Masyarakat, Perilaku PencegahanAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan yang membutuhkan penguatan upaya pencegahan berbasis masyarakat. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kapasitas kader promosi kesehatan dalam melakukan edukasi, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dan pemantauan jentik di lingkungan rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman pemantauan jentik, dan perilaku pencegahan DBD melalui pemberdayaan kader promosi kesehatan di RT 04 RW 06 Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Kegiatan menggunakan pendekatan participatory community empowerment melalui edukasi interaktif, diskusi, permainan edukatif, pelatihan identifikasi jentik, simulasi pemantauan jentik, dan pendampingan. Peserta kegiatan berjumlah 21 kader promosi kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan DBD, pemahaman pemantauan jentik, dan perilaku PSN serta observasi terhadap partisipasi dan kemampuan praktis peserta. Hasil menunjukkan bahwa rerata skor total meningkat dari 61,4 ± 8,1 pada pre-test menjadi 87,6 ± 6,0 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 26,2. Selain itu, 90,5% peserta aktif mengikuti diskusi, 85,7% mampu mengidentifikasi tempat perindukan nyamuk, dan 81,0% mampu melakukan simulasi pemantauan jentik. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kader melalui pemberdayaan berbasis edukasi dan pelatihan partisipatif dalam mendukung pencegahan DBD berbasis komunitas.






