Pelatihan Pengujian Kekuatan Beton dengan Metode Hammer Test bagi Pengurus Pondok Pesantren sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Pemeriksaan Kondisi Bangunan
DOI:
https://doi.org/10.60126/jukemas.v3i3.1834Keywords:
Hammer Test, Beton, Pengujian Non-Destruktif, Pelatihan, Pondok PesantrenAbstract
Pengujian kuat tekan beton merupakan salah satu langkah penting dalam mengetahui mutu dan kondisi beton sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan bangunan. Salah satu metode praktis dan non-destruktif yang dapat digunakan untuk pemeriksaan awal adalah hammer test. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pengurus pondok pesantren dalam menggunakan alat hammer test menyebabkan pemeriksaan kondisi beton belum dapat dilakukan secara optimal. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menyelenggarakan pelatihan pengujian hammer test bagi pengurus pondok pesantren. Kegiatan meliputi penyampaian materi mengenai dasar-dasar beton, prinsip dan prosedur penggunaan alat hammer test, praktik pengujian langsung pada elemen beton, serta interpretasi hasil pengujian. Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan teori dan praktik agar peserta memperoleh pemahaman sekaligus keterampilan dalam melakukan pengujian secara mandiri. Hasil evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 68% menjadi 90%, atau meningkat sebesar 22 poin persentase. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan hammer test efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus pondok pesantren dalam melakukan pemeriksaan awal kondisi beton secara sederhana dan non-destruktif.






