Pendampingan Pembelajaran Pola Bilangan Menggunakan Media Kincir Angin pada Siswa Kelas V SD dengan Melibatkan Orang Tua
DOI:
https://doi.org/10.60126/jukemas.v3i3.1777Keywords:
Pengabdian Kepada Masyarakat, Pola Bilangan, Media Pembelajaran, Kincir Angin Pola Bilangan, Keterlibatan Orang TuaAbstract
Proses pembelajaran matematika khususnya pada topik pola bilangan di tingkat sekolah dasar kerap kali menghadapi beragam hambatan akibat sifat materinya yang abstrak sehingga cenderung sulit dipahami peserta didik. Situasi ini memicu kendala bagi sebagian siswa dalam mengidentifikasi, meneruskan, serta memformulasikan aturan urutan bilangan. Di samping itu, partisipasi orang tua dalam memandu anak belajar di lingkungan rumah juga belum berjalan optimal, sehingga sokongan edukasi yang diberikan masih terbatas. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah terobosan inovatif dalam metode pembelajaran yang mampu mengonkretkan konsep abstrak tersebut sekaligus memperkuat keterlibatan orang tua. Program pengabdian masyarakat ini diorientasikan untuk meningkatkan kompetensi pemahaman siswa kelas V SD mengenai pola bilangan lewat implementasi media Kincir Angin Pola Bilangan, sekaligus memacu peran aktif orang tua dalam mendampingi anak di rumah. Strategi pelaksanaan kegiatan ini mencakup tahapan edukasi, peragaan mekanis media, metode pembelajaran interaktif, serta supervisi langsung terhadap anak dan orang tua selaku mitra aktif. Evaluasi program dilaksanakan melalui teknik observasi partisipatif sepanjang sesi serta pengerjaan instrumen tugas kontekstual terkait materi. Hasil dari program ini membuktikan bahwa pemanfaatan Kincir Angin Pola Bilangan sukses mentransformasi materi menjadi lebih riil, interaktif, dan mudah dimengerti. Peserta didik menunjukkan peningkatan antusiasme, keaktifan, dan motivasi yang signifikan. Sementara itu, pihak orang tua memperoleh wawasan serta keterampilan taktis dalam memandu anak, yang pada gilirannya menciptakan iklim belajar domestik yang lebih kondusif. Dengan demikian, media inovatif ini layak dijadikan instrumen alternatif yang kompeten untuk memperbaiki pemahaman konsep matematik serta mengukuhkan sinergi tripartit antara sekolah, keluarga, dan siswa.






