Strategi Pengembangan Usaha Petis Ikan di Desa Pesongsongan Kabupaten Sumenep

Authors

  • Mohammad Taufiq Hidayat Program Studi Agrobisnis Perikanan, Universitas Islam Madura

DOI:

https://doi.org/10.60126/maras.v3i1.698

Keywords:

Petis Ikan, Pesongsongan, Pokamsar

Abstract

Faktor-faktor lingkungan internal yang dimiliki oleh Pokamsar Mandiri terdiri atas kekuatan dan kelemahan. Kekuatan utama yang dimiliki oleh Pokamsar Mandiri diantaranya multi campur makanan, faktor tersebut memang sangat penting bagi sebuah produk yang tidak dapat dikonsumsi sendirian. Sehingga produk petis dapat dicampur dengan makanan apapun yang konsumen sukai dengan nilai skor 0.50. Kelemahan paling besar yang dimiliki yaitu distribusi produk belum luas dengan nilai skor 0.13.Faktor-faktor lingkungan eksternal yang dihadapi oleh Pokamsar Mandiri terdiri atas peluang dan ancaman. Peluang utama yang dihadapi oleh Pokamsar Mandiri adalah peluang usaha tinggi karena tidak semua orang dapat dan bisa membuat petis dengan kualitas terbaik, faktor ini mendapatkan nilai skor 0.62, juga sebagai produk penambah cita rasa makanan. Ancaman utama yang dihadapi oleh Pokamsar Mandiri adalah adanya produksi sejenis di pasaran dengan nilai skor 0.13.Hasil matris space IE menunjukkan posisi Pokamsar Mandiri berada di kuadran I yaitu pada Strategi agresif, yang memberikan rekomendasi untuk tumbuh dan berkembang. Strategi agresif menjadi strategi paling sesuai untuk mengembangkan usaha petis ikan Pokamsar Mandiri. Matrik SWOT menghasilkan tujuh alternatif strategi yaitu memperluas jaringan distribusi dan pemasaran, melakukan pengembangan produk melalui perbaikan kualitas kemasan, aktif melakukan kegiatan promosi, mengoptimalkan dan meningkatkan produksi, meningkatkan kualitas produk dan mutu pelayanan kepada konsumen, melakukan penghematan biaya, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam kemampuan manajemen usaha.

Downloads

Published

2025-01-10

How to Cite

Hidayat, M. T. (2025). Strategi Pengembangan Usaha Petis Ikan di Desa Pesongsongan Kabupaten Sumenep. MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 3(1), 192–204. https://doi.org/10.60126/maras.v3i1.698