Strategi Coping Kolektif: Peran Comunitas Alfa Omega sebagai Jaringan Pendukung Mahasiswa di Kota Kupang
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v4i3.1722Keywords:
Komunitas Keimanan, Mahasiswa Perantau, Jaringan Pendukung, Kota KupangAbstract
Mahasiswa perantau di Kota Kupang menghadapi tekanan psikososial berlapis akibat perpindahan geografis yang menyebabkan guncangan sosial kultural. Penelitian kualitatif studi kasus ini mengidentifikasi komunitas Alfa Omega sebagai jaringan coping kolektif yang mendukung mahasiswa. Melibatkan 6-10 mentor komunitas dipilih melalui purposive dan snowball sampling, data dikumpulkan via wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menemukan komunitas menjalankan sistem coping kolektif terintegrasi melalui tiga pilar yaitu (1) spiritualitas sebagai emotion-focused coping, (2) intelektualitas sebagai problem-focused coping, dan (3) kepemimpinan sebagai proactive coping. Ketiga pilar didukung oleh mekanisme unik berupa relasi afektif mentor-anggota, reframing kognitif kolektif, dan logika gift economy yang beroperasi dalam jaringan pendukung berlapis: individual, kolektif, dan institusional. Kesimpulannya, komunitas berbasis keimanan berfungsi sebagai infrastruktur psikologis terstruktur yang memperluas kerangka communal coping dalam konteks masyarakat non-barat berorientasi komunal, sekaligus menawarkan model jaringan pendukung relevan bagi kebijakan layanan kemahasiswaan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







