Analisis Semiotika Trikotomi pada Cerpen “Robohnya Surau Kami” Karya A.A. Navis dengan Teori Charles Sanders Peirce

Authors

  • Annisa Savira Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Nurindah Sari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Mutiara Ilmi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Rona Kurnia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • M Isman Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.60126/maras.v4i3.1671

Keywords:

Cerpen, Semiotika, Sastra

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanda-tanda semiotika dalam cerpen "Robohnya Surau Kami" karya A.A. Navis menggunakan pendekatan teori trikotomi Charles Sanders Peirce, yakni ikon, indeks, dan simbol. Cerpen ini merupakan salah satu karya sastra Indonesia paling monumental yang sarat dengan kritik sosial dan religius terhadap kehidupan masyarakat Minangkabau. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks. Data dikumpulkan melalui pembacaan cermat terhadap teks cerpen dan dianalisis berdasarkan relasi trikotomi Peirce yang mencakup representamen, objek, dan interpretan. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 5 tanda ikon, 7 tanda indeks, dan 6 tanda simbol yang tersebar dalam narasi cerpen tersebut. Tanda-tanda ini membentuk jaringan makna yang saling berkaitan dan memperlihatkan dimensi religiusitas, kritik sosial, dan kondisi spiritual masyarakat yang dikritisi oleh pengarang. Penelitian ini menegaskan bahwa analisis semiotika trikotomi Peirce sangat efektif dalam membedah makna tersembunyi dalam karya sastra pendek.

Downloads

Published

2026-07-14

How to Cite

Savira, A., Sari, N., Ilmi, M., Kurnia, R., & M Isman. (2026). Analisis Semiotika Trikotomi pada Cerpen “Robohnya Surau Kami” Karya A.A. Navis dengan Teori Charles Sanders Peirce. MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(3), 926–940. https://doi.org/10.60126/maras.v4i3.1671