Perbedaan Ketepatan Menempatkan Sampah antara Penggunaan Model Tempat Sampah Sensor Suara dan Tempat Sampah Konvensional pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Susukan
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v4i2.1632Keywords:
Sampah, Sensor Suara, Tempat Sampah Konvensional, Siswa SDAbstract
Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang serius di Indonesia, termasuk di DIY yang mencatat timbulan sampah harian mencapai 1.900 ton pada tahun 2024. Sekolah dasar menjadi salah satu titik strategis dalam pembentukan perilaku pengelolaan sampah sejak dini, namun ketepatan siswa dalam menempatkan sampah sesuai jenisnya masih rendah. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan ketepatan menempatkan sampah antara penggunaan model tempat sampah sensor suara dan tempat sampah konvensional pada siswa Sekolah Dasar Negeri Susukan. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi experiment desain post- test only with control group. Pengambilan data dilakukan tiga kali pada 28 Januari, 4 Februari, dan 11 Februari 2026. Populasi penelitian siswa kelas V SD Negeri Susukan yang berjumlah 56 siswa, 28 siswa kelompok eksperimen (kelas VB menggunakan tempat sampah sensor suara) dan 28 siswa kelompok pembanding (kelas VA menggunakan tempat sampah konvensional). Sebelum praktik, seluruh siswa diberikan edukasi mengenai jenis sampah. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan dianalisis menggunakan uji Chi- Square dengan software SPSS. Terdapat perbedaan ketepatan menempatkan sampah pada kelompok eksperimen dan kelompok pembanding. Hasil perbedaan di perkuat karena nilai p- value antara kedua kelompok didapatkan nilai 0,000 (p<0,05). Model tempat sampah sensor suara lebih efektif dalam mendukung ketepatan menempatkan sampah dibandingkan tempat sampah konvensional pada siswa SDN Susukan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







