Reorientasi Adab di Era Digital: Formulasi PAI Berbasis OBE untuk Mewujudkan Pribadi Berbudi di Perguruan Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v4i2.1631Keywords:
Adab Digital, Pendidikan Agama Islam, Outcome Based EducationAbstract
Generasi Z di perguruan tinggi menghadapi tantangan "disrupsi moral" di ekosistem digital, yang ditandai dengan lunturnya nilai-nilai adab, erosi rasa malu (haya’), dan krisis verifikasi informasi (tabayyun). Pembelajaran PAI konvensional yang bersifat normatif-tekstual dinilai belum efektif menjawab tantangan etika digital yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan formulasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai instrumen reorientasi adab untuk mewujudkan pribadi berbudi di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan (library research). Data bersumber dari literatur primer dan sekunder terkait kurikulum OBE, adab digital, dan karakteristik Generasi Z yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi PAI berbasis OBE mampu mentransformasi pembelajaran dari orientasi konten ke orientasi capaian perilaku yang terukur melalui tiga domain yaitu afektif (digital muraqabah), kognitif (critical adab analysis), dan psikomotorik (creative dakwah production). Strategi ini menyinergikan nilai wahyu (seperti ash-shidqu, al-ihtiram, dan al-amanah) dengan standar pendidikan modern. Reorientasi adab melalui model OBE menciptakan sistem asesmen yang holistik untuk memastikan lulusan perguruan tinggi tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas sebagai pribadi berbudi yang mampu menjadi agen perubahan positif di ruang siber.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







