Analisis Semiotik dalam Puisi “Taman di Tengah Pulau Karang” Karya Taufiq Ismail
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v4i2.1592Keywords:
Semiotika Peirce, Ikon, Indeks, Simbol, Urbanisasi, Puisi Indonesia ModernAbstract
Penelitian ini mengkaji unsur-unsur semiotik dalam puisi “Taman di Tengah Pulau Karang” karya Taufiq Ismail menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) berbasis semiotika Charles Sanders Peirce yang membagi tanda menjadi tiga kategori utama yaitu ikon, simbol, dan indeks. Puisi yang pertama kali dimuat di majalah Horison edisi September 1967 dengan judul “Central Park” ini menghadirkan potret alam yang terdesak di tengah peradaban urban Manhattan. Melalui analisis terhadap enam penggalan puisi yang dipilih secara representatif dari awal hingga akhir teks, penelitian ini menemukan bahwa ketiga jenis tanda tersebut bekerja secara simultan untuk membangun makna berlapis mulai dari gambaran visual yang konkret, kritik terhadap industrialisasi, hingga kegelisahan eksistensial atas relasi manusia dan alam. Hasil analisis menunjukkan bahwa diksi dan citra dalam puisi ini bukan sekadar ornamen estetis, melainkan sistem tanda yang fungsional dan penuh muatan ideologis.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







