Analisis Beban Kerja Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Wisata Pasir Putih Kabupaten Situbondo

Authors

  • Yona Wahyu Lolita Program Studi Ilmu Komputer, Universitas Ibrahimy
  • Ramli Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Ibrahimy

DOI:

https://doi.org/10.60126/maras.v4i2.1552

Keywords:

Beban Kerja, UPTD, Wisata Pasir Putih

Abstract

Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wisata Pasir Putih memerlukan perencanaan sumber daya manusia yang tepat melalui analisis beban kerja. Analisis ini penting untuk menentukan jumlah pegawai dan pembagian tugas sesuai kebutuhan organisasi sehingga pengelolaan kawasan wisata dapat berjalan efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban kerja pada rencana pembentukan UPTD Wisata Pasir Putih Kabupaten Situbondo. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis beban kerja dilakukan berdasarkan volume pekerjaan, norma waktu, dan jam kerja efektif yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan UPTD Wisata Pasir Putih membutuhkan 77 pegawai dengan total beban kerja sebesar 94.316 jam kerja efektif per tahun. Lingkup tugas dan fungsi UPTD meliputi tiga layanan utama, yaitu layanan wisata, layanan hotel, serta layanan sewa lahan dan fasilitas. Berdasarkan hasil tersebut, pembentukan UPTD Wisata Pasir Putih dinilai layak sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan, efektivitas pengelolaan, dan optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

Downloads

Published

2026-04-26

How to Cite

Lolita, Y. W., & Ramli, R. (2026). Analisis Beban Kerja Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Wisata Pasir Putih Kabupaten Situbondo. MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(2), 273–279. https://doi.org/10.60126/maras.v4i2.1552