Pengaruh Kepemimpinan Supportif terhadap Stres Kerja pada Anggota Polisi Generasi Z
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v4i1.1537Keywords:
Kepemimpinan Supportif, Stres Kerja, KepolisianAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan supportif terhadap stres kerja pada anggota polisi generasi Z di Polresta Samarinda. Anggota polisi generasi Z menghadapi tuntutan kerja, tekanan waktu, dan resiko pekerjaan yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan stres kerja. Kepemimpinan supportif terlihat sebagai faktor organisasi yang dapat menurunkan stres kerja melalui pemberian dukungan emosional dan instrumental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cara menyebarkan kuesioner. Populasi penelitian berjumlah 345 anggota polisi generasi Z, dengan sampel sebanyak 185 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kepemimpinan supportif dan skala stres kerja. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan supportif berpengaruh signifikan terhadap stres kerja. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,672 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,451 menunjukan bahwa kepemimpinan supportif memberikan kontribusi sebesar 45,1% terhadap stres kerja. Nilai signifikansi sebesar p = 0,000 (p < 0,05) menegaskan bahwa pengaruh tersebut signifikansi secara statistik. Semakin tinggi kepemimpinan supportif yang dirasakan, semakin rendah tingkat stres kerja pada anggota polisi generasi Z. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan kepemimpinan supportif dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta menjaga kesejahteraan psikologis anggota polisi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







