Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja dalam Pencegahan Seks Pranikah pada Siswa/Siswi di SMK Pembina Bangsa Bukittinggi Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v4i1.1512Keywords:
Edukasi, Penyuluhan, Pengetahuan, Sikap, Seks PranikahAbstract
Masa remaja fase perubahan fisik, mental, dan sosial dengan rasa ingin tahu yang tinggi, termasuk kesehatan reproduksi. Kurangnya edukasi dapat meningkatkan risiko perilaku seks pranikah yang berdampak negatif, seperti kehamilan yang tidak diinginkan, IM, serta dampak psikososial lainnya. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang pencegahan seks pranikah terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa/siswi di SMK Pembina Bangsa Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan penelitian menggunakan quasi-experiment design dengan pendekatan pre-test pos-test. Sampel penelitian terdiri sebanyak 37 siswa/siswi yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah edukasi, kemudian di analisis menggunakan uji-Wilcoxon dengan tingkat signifikansi (p-value ≤0,05). Didapatkan bahwa pengetahuan dan sikap reponden tentang pencegahan seks pranikah sebelum kegiatan penyuluhan mayoritas pengetahuan baik berjumlah 34 orang, dan pengetahuan kurang sebanyak 3 orang. Sedangkan untuk responden sikap positif berjumlah 34, dan sikap negative berjumlah 3 orang. Setelah dilaksanakan kegiatan edukasi tentang pencegahan seks pranikah terjadi peningkatan pengetahuan di mana responden pengetahuan baik meningkat menjadi 36 orang, dan pengetahuan kurang menjadi 1 orang. Sedangkan untuk responden sikap positif berjumlah 37 orang. Terjadi peningkatan skor pre-test edukasi sebanyak (0,81%) dan peningkatan skor post-test (9,94%). Edukasi pencegahan seks pranikah efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap remaja.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






