Supervisi Instruktur terhadap Peserta yang Mengalami Beragam Hambatan Belajar pada Pelatihan Menjahit di LKP Yani 43 Sumedang
DOI:
https://doi.org/10.60126/maras.v4i1.1468Keywords:
Supervisi Instruktur, Hambatan Belajar, Pelatihan Menjahit, Pendidikan NonformalAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik supervisi instruktur terhadap peserta pelatihan menjahit yang mengalami hambatan belajar di LKP Yani 43 Sumedang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi pada November 2025, dengan informan enam orang (dua instruktur, satu pengelola, dan tiga peserta) yang mengalami hambatan belajar (P1–P3). Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman konsep dan kemampuan penerapan dalam praktik menjahit. Hambatan peserta teridentifikasi pada aspek konseptual, psikomotorik, dan metakognitif, yang memengaruhi kestabilan performa praktik dan kebutuhan pendampingan intensif. Instruktur menerapkan supervisi melalui pendampingan individual, demonstrasi, penyederhanaan langkah kerja, serta pendekatan interpersonal yang empatik. Temuan ini menegaskan pentingnya supervisi yang adaptif, diagnostik, dan humanistik agar pelatihan lebih responsif terhadap kebutuhan individual peserta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






